Gardu Listrik Tanggeung Delapan Tahun Tak Beroperasi, Ini Masalahnya

MONITOR: Delapan tahun berdiri namun Gardu Induk Tanggeung belum bisa beroperasi karen beberapa permaslahan yang harus diselesaikan. (Foto Hakim Radar Cianjur)

RADARCIANJUR.com – Anggota DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Eddy Soeparno melakukan kunjungan ke gardu induk yang berada di Kecamatan Tanggeung yang tidak beroperasi selama kurang lebih delapan tahun. Kunjungan tersebut dalam rangka monitoring kondisi listrik di Cianjur Selatan (Cisel).

Pembangunan listrik yang selesai pada tahun 2014 tersebut terbentur dengan beberapa hambatan seperti jarak penopang listrik yang berada di Pelabuhan Ratu harus melewati beberapa perbukitan dan wilayah hutan-hutan.

Menanggapi hal tersebut, Anggota DPR RI, Eddy Soeparno mengatakan, pihaknya sudah berbicara dengan masyarakat, PLN dan Masyarakat Kelistrikan Indonesia (Maksi).

“Disini memang kita sudah mampu mendapatkan masukan yang signifikan terkait permaslahan pembangunan infrastruktur listriknya, agar listrik PLTU di Pelabuhan Ratu bisa sampai ke gardu induk ini,” ujarnya.

Lanjutnya, permasalahan yang menjadi kendala yakni dari segi finansial dan teknis yang perlu diurai, seperti penetapan lokasi menara transmisi , ketersediaan finansial PLN untuk membiayai jalur transmisi ke gardu induk Tanggeung, dan lain-lain.

“Pada persidangan berikutnya di DPR akan kami angkat masalah ini karena ini merupakan aspirasi dari masyarakat Cianjur dan kami berharap PLN dapat memberikan prioritas menuntaskan permasalahan listrik di Cianjur Selatan,” jelasnya.

Sementara itu, Manager Unit Pelaksana Konstruksi Pembangkit JBT 3, Andi Falahi mengungkapkan, adanya kendala teknis dan finansial serta pembebasan lahan. Namun pihaknya sudah mendapatkan solusi akan diterbitkannya penetapan lokasi oleh Pemprov Jawa Barat.

“Dengan pertemuan ini, bisa difasilitasi ke pemerintah pusat untuk mencarikan solusi,” ungkapnya.

Ia menambahkan, perlu 270 tower atau 130 kilometer untuk mengaliri listrik dari PLTU Pelabuhan Ratu dengan kapasitas 1.000 mega watt dan di Gardu Induk Tanggeung 150 kilo volt. Sehingga tidak hanya di Kecamatan Tanggeung saja, namun turut menyalurkan listrik kecamatan sekitar Tanggeung.

“Jika ini tersalurkan listrik, bukan hanya Kecamatan Tanggeung saja tapi kecamatan sekitar pun akan terang,” terangnya. (kim)