Parah! Tiga Buruh di Cianjur Jual Narkoba Saat Unjuk Rasa UU Cipta Kerja

Foto Fadilah Munajat/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Aksi unjukrasa penolakan UU Cipta Kerja, di kantor DPRD Kabupaten Cianjur, dimanfaatkan tiga orang buruh untuk berjualan narkoba.

Tiga orang pelaku yang berinisial JA, AU, dan IF ini, menjual narkoba jenis psikotrofika dan, narkotika, kepada buruh yang sedang unjuk rasa. Petugas kepolisian yang mengamankan aksi unjukrasa dapat mengendus aksi mereka.

Dari tangan JA berhasil diamankan barang bukti ganja seberat 25,38 gram, AU dengan barang bukti 600 butir obat riklona, dan IF dengan barang bukti ganja seberat 117,08 gram.

BACA JUGA : MK Terima Dua Permohonan Judicial Review UU Cipta Kerja

Kapolres Cianjur, AKBP Mohammad Rifai mengatakan, penangkapan tiga orang tersangka dikakukan oleh Sat Narkoba, bersamaan dengan aksi unjuk rasa.

“Awalnya anggota menangkap pengguna narkotika, setelah dikembangkan, akhirnya seorang pengedar ganja pun diciduk, d juga ada tersangka yang kita amankan pada saat demo itu melakukan penjualan obat-obatan jenis Riklona yang masuk dalam kategori psikotropika,” kata Kapolres saat konferensi pers di Mapolres Cianjur, Kamis (15/10/2020).

Kapolres mengatakan, sebelum ditangkap oleh Sat Narkoba, saat unjukrasa sempat mendorong pintu gerbang DPRD Kabupaten Cianjur.

“Dilihat dari pancarian wajah, mereka terlihat berani dan tak peduli halangan yang ada di hadapannya. Seperti mencoba mendorong pagar dan ingin merobohkannya,” ujarnya

Kapolres mengatakan Riklona yang dimiliki pelaku didapatkan dari pabrik-pabrik. Pelaku mencuri dari pabrik untuk diedarkan kepada para pendemo.

BACA JUGA : Video Detik-detik Mobil Terbakar di Ciloto Puncak

“Ini lagi di dalami, apakah ada keterlibatan dari orang pabrik, atau mereka murni melakukan pencurian,” katanya.

Lanjut Kapolres, ketiga pelaku diketahui merupakan seorang satpam outlet dan karyawan salah satu pabrik di Cianjur. Pelaku diancam dengan pasal 62 UU RI Nomor 5 Tahun 1997 tentang psikotropika dan pasal 114 ayat 1 Jo pasal 111 ayat 1 UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

“Ancaman hukumannya lima sampai 15 tahun penjara. Masih kita dalami (status keanggotaan di serikat pekerja),” kata Kapolres.

Salah seorang pelaku, AU mengaku, riklona yang ia miliki diterima dari teman lama yang baru dua hari bertemu lagi. Dirinya hanya dititipkan dan akan ada yang mengambil dari pendemo.

“Saya mah belum (jual), baru itu aja, belum ngasih ke siapa-siapa lagi. Saya kemarin dikasihnya enam box. Katanya sih jadi pede aja bilang dia mah. Belum, saya lagi nunggu yang ngambilnya, tapi udah ditangkep. Nanti ada yang ngambil pemimpin pendemo atau siapa lah,” katanya. (dil)