Antisipasi Puncak Iklim La Nina, Ini yang Dilakukan BPBD Cianjur

RADARCIANJUR.com – Puncak anomali iklim La Nina akan terjadi pada akhir tahun, yakni Desember 2020. Guna menanggulangi hal tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur akan menyiagakan 1.832 anggota Relawan Tangguh Bencana (Retana) Kabupaten Cianjur.

Sekertaris BPBD Cianjur M Irfan Sofyan, mengatakan sebagian besar wilayah Cianjur yang masuk dalam zona merah bencana alam di Jawa Barat, bahkan secara nasional juga menjadi daerah dengan tingkat kerawanan bencana tertinggi.

Hal itu membuat banyak potensi bencana terjadi, mulai dari banjir, longsor, pergerakan tanah, hingga puting beliung.

“Di masa cuaca ekstrem akibat anomali iklim La Nina ini bencana mulai terjadi, seperti belum lama ini terjadi banjir dan longsor di tiga kecamatan di wilayah selatan Cianjur. Dan saat puncak La Nina risiko bencananya lebih tinggi,” ujarnya.

Oleh karena itu, seluruh Retana di setiap desa disiagakan untuk memantau wilayahnya masing-masing sebagai langkah antisipasi, melakukan sosialisasi dan evakuasi masyarakat.

Lanjutnya, khusus untuk retana di kawasan pesisir selatan, disiagakan untuk memantau antisipasi terjadinya gelombang tinggi.

“Sebanyak 1.832 orang Retana ini kami minta segera melaporkan sekecil apapun tanda yang terlihat, sebagai upaya antisipasi jatuhnya korban jiwa saat terjadi bencana,” jelasnya.

BPBD Kabupaten Cianjur juga melakukan pemetaan lokasi pengungsian yang aman dari jangkauan bencana alam, longsor, banjir dan pergerakan tanah.

“Ketika terjadi tanda-tanda yang kemungkinan berujung bencana alam, warga sudah diungsikan,” tutupnya. (kim)