Petugas TNGGP Perketat Penjagaan, Ini Sanki untuk Pendaki Ilegal

Gunung Gede Pangrango
Gunung Gede Pangrango

RADARCIANJUR.com – Guna mencegah adanya pendakian ilegal di masa penutupan sementara di Taman Gunung Gede Pangrango (TNGGP), para petugas memperketat penjagaan di masing-masing pintu masuk pendakian.

Humas TNGGP Poppy Evlap, mengatakan penjagaan di semua jalur pendakian masih dilakukan hampir 24 jam siang dan malam demi mencegah pendaki memaksakan naik.

“Kami masih lakukan penjagaan setiap hari bahkan malam pun tetap dilakukan oleh teman-teman di pintu-pintu pendakian baik Cibodas, Gunung Putri, Selabintana, yang dibantu para volunteer TNGGP,” ujarnya belum lama ini.

Namun karena adanya keterbatasan para petugas, membuat penjagaan belum maksimal. Masih banyak jalur tikus di luar penjagaan pihaknya sehingga mesti memperketat penjagaan.

“Jadi ada delapan jalur yang dijaga. Diantaranya Puncak Pasir Sumbul, Cibodas lewat golf, Gunung Putri ada di Pasir Cina, Legok Bangke, lewat Tanah Merah. Selanjutnya ada juga di Sarongge, Cula Mega, Maleber, dan Tabrik,” terangnya.

Pihaknya mengatakan, jika masih ada pendaki ilegal yang mencoba mendaki di masa pandemi Covid-19 saat ini, maka pihaknya akan bertindak tegas ketika ditemukan mereka yang mendaki ilegal.

“Kalau ada pendaki yang tak resmi kepergok mendaki, kami akan bertindak tegas dan akan lakukan pembinaan agar mendapatkan efek jera,” ucapnya.

Ia mengimbau, kepada para pendaki jangan dulu melakukan pendakian, karena TNGGP masih ditutup. Harus mentaati aturan yang berlaku.

“Jadilah pendaki yang cerdas, peduli diri, peduli kawan, peduli lingkungan, hormati aturan dan petugas,” pungkasnya. (dan)