Bawaslu Sebut Ada 93 Laporan Dugaan Pelanggaran di Masa Kampanye Pilkada Cianjur

Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga (Hubal) Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Cianjur, Hadi Dzikri Nur. Foto: Istimewa

RADARCIANJUR.com – Koordinator divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga (Hubal) Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Cianjur, Hadi Dzikri Nur menyebut, sebanyak 93 laporan dugaan pelanggaran di masa kampanye pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak Kabupaten Cianjur yang diterima pihaknya.

“Berdasarkan laporan yang diterima Bawaslu Cianjur hingga 16 Oktober kemarin dari tahapan kampanye di masa pendemi ini sudah mencapai 93 laporan,” sebutnya kepada radarcianjur.com saat ditemui di kantor Bawaslu Senin (19/10/2020).

Dari sekian laporan yang terima, kata Hadi, dugaan pelanggaran tersebut dilakukan saat kampanye tatap muka, bukan daring.

“Memang kampanye daring ini belum menjadi kebiasaan. Padahal kami sering melakukan sosialisasi itu bersama KPU,” ujarnya.

Dari 93 itu, dugaan pelanggaran protokol kesehatan sebanyak tiga laporan, dan satu teguran tertulis satu di wilayah Campakamulya, terhadap pasangan calon tertentu.

“Jadi ketika kita menemui kerumunan, petugas kami baik PKD maupun Panwaslu Kecamatan wajib mengingatkan kepada panitia maupun tim kampanye tersebut,” tuturnya.

Seperti yang telah tertuang dalam aturan kampanye di Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) nomor 13 tahun 2020, Perbawaslu 8 tahun 2020 dan surat edaran maklumat kepolisian tentang protokol kesehatan, salah satunya bahwa pelaksanaan kampanye wajib menggunakan alat pelindung diri paling kurang dengan memakai masker yang menutupi hidung dan mulut hingga dagu.

“Itu sudah jelas bahwa jika melanggar aturan protokol kesehatan, sangsinya bisa sanki administrasi atau pidana umum,” jelasnya. (dan)