Kampaye Daring Kurang Diminati Paslon Pilkada

KEBERSAMAAN: Foto bersama usai meresmikan ruang PPID di kantor Bawaslu Cianjur. Foto : Fadilah Munajat/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Jelang Pilkada 2020, Pasangan Calon Bupati di Kabupaten Cianjur lebih memilih kampanye tatap muka terbatas, ketimbang melaksakan kampanye daring.

Anggota Bawaslu RI Fritz Edward Siregar mengatakan, kampanye online atau daring masih jarang digunakan pasangan calon. Kampanye terbuka tatap muka terbatas masih menjadi favorit calon dalam melaksanakan kampanye.

“Melihat data secara nasional pertemuan tatap muka masih dijadikan ajang kampanye oleh pasangan calon, ada laporan pelanggaran tatap muka terbatas sebanyak 16.468 di sepuluh hari pertama,” kata Fritz pada radarcianjur.com setelah meresmikan ruang Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) di kantor Bawaslu Cianjur, Senin (19/10/2020).

Ia mengatakan, proses keterbukaan informasi menjadi hal penting untuk diketahui masyarakat, ia juga memantau kesiapan pengawasan, rekruitmen pengawas TPS, dan memantau sejauh mana penyelenggaraan kampanye apakah sudah terjadi dugaan pelanggaran pidana atau belum.

“Kalau untuk pembubaran kampanye yang melanggar protokol covid-19 di sepuluh hari pertama dilakukan sebanyak 48 kali dan di 10 hari kedua dilakukan sebanyak 35 kali,” katanya

Ia juga mengatakan ada 719 dugaan pelanggaran netralitas ASN dan sebanyak 284 pelanggaran ASN dilakukan di media sosial.

Ia mengatakan, PPID akan melayani informasi yang diinginkan masyarakat tapi semua tak bisa dikemukakan jadi tugas PPID memilah yang mana yang bisa diberikan.

Fritz menambahkan, ini merupakan sebuah langkah maju dari Bawaslu Cianjur semoga dapat diikuti oleh Bawaslu lainnya di Jabar.

Ia memberikan semangat dan dukungan kepada Bawaslu Cianjur karena merupakan sebuah tugas berat untuk mensukseskan pengawasan.

“Saya berharap Pilkada 2020 berjalan lancar, menjadi peran bersama dalam mendukung proses yang sedang terjadi sampai akhir,” harapnya.(dil)