Nama Unik, Lima ”Tuhan” Nyoblos di Pilkada Jember

LAGI SANTAI: Tuhan menunjukkan e-KTP di rumahnya di Desa Slawu, KEcamatan Patrang. Dia merupakan satu di antara lima warga Jember bernama Tuhan yang tercatat dalam DPT. (Nur Hariri/Jawa Pos Radar Jember)

RADARCIANJUR.com – KPU di 19 kabupaten/kota penyelenggara pilkada serentak 2020 Jatim telah menetapkan daftar pemilih tetap (DPT). Hasilnya, 18,61 juta warga memperoleh hak suara dalam hajatan lima tahunan kali ini.

Meski demikian, jumlah pemilih yang telah ditetapkan dalam DPT itu masih potensial berubah. Dinamisnya pergerakan data kependudukan menjadi faktor utama. Selain itu, sejumlah temuan masih muncul di DPT.

Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jatim Aang Kunaifi menyebutkan, data pemilih yang masuk DPT memang sudah final. Namun, tetap akan ada perubahan. Sebab, dalam DPT tersebut, ada data pemilih yang ditandai karena berstatus tak memenuhi syarat (TMS). ”Misalnya, masih ada warga yang meninggal atau pindah. Semua sudah ditandai,” katanya.

Selain itu, kata Aang, masih cukup banyak warga yang potensial punya hak pilih, tapi belum masuk DPT. Salah satu faktornya karena belum perekaman e-KTP. ”Mereka masih berpotensi masuk daftar pemilih,” katanya.

Hingga kini, warga di daerah pelaksana pilkada yang belum ber-KTP elektronik cukup banyak. Di Kota Blitar, tercatat ada 5.245 orang. ”Kini kami sedang gencar untuk melakukan perekaman e-KTP sebagai kebutuhan untuk pilwali Kota Blitar,” kata Kabid Pengelolaan dan Informasi Administrasi Kependudukan dan Pemanfaatan Data Dispendukcapil Sad Wahjuningtyas. Temuan serupa terjadi di daerah lain.

Berdasar DPT yang telah ditetapkan KPU 19 kabupaten/kota, total pemilih sebanyak 18.615.191 orang. Mereka bakal menggunakan hak pilih di 48.607 TPS di 4.789 desa/kelurahan di 386 kecamatan.

Sejumlah temuan unik muncul pasca penetapan DPT. Di Jember, dalam pilkada nanti, ada lima ”Tuhan” yang bakal menggunakan hak pilih. Tentu saja, yang dimaksud adalah warga bernama Tuhan. Sesuai dengan KTP-nya.

Komisioner KPU Jember Ahmad Hanafi mengatakan, ada lima warga bernama Tuhan yang memiliki hak suara. Tuhan yang pertama bertempat tinggal di Slawu. ”Empat lainnya tersebar di Kecamatan Balung, Kencong, Arjasa, Patrang, dan Tuhan yang tinggal di Kecamatan Sumberbaru,” katanya.(jwp)