Harapkan Gelar SNI, Pasar Cipanas Tengah Diaudit

Pasar Cipanas, Kabupaten Cianjur. Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Pasar rakyat Cipanas tengah diaudit oleh tim khusus dari salah satu perusahaan swasta yang bergerak di bidangnya sejak Rabu hingga Jumat hari ini (20-23/10/2020).

Ketua Tim Audit SNI Pasar Rakyat dari PT Sucofindo, Holys menuturkan, terkait kegiatan yang dilakukan di Pasar Cipanas adalah memastikan dari sisi manajemen maupun fisik pengelolaan dan lain-lain memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) atau belum.

“Jadi ada 140 kriteria yang kami siapkan dalam memastikan apakah pasar Cipanas ini bisa lolos SNI apa tidak. Baik itu dengan cara melihat, atau bertanya dan lain-lain,” ujar Holys kepada radarcianjur.com, Kamis (22/10/2020).

Dia menyebut, yang paling dominan dalam memastikan kesesuaian agar lolos dan mendapat gelar SNI adalah faktor utama dan faktor penunjang. Salah satunya dalam faktor utama, Holys menjelaskan, yakni adanya pengelola pasar, bangunan, pemeliharaan, dan fasilitas umum dari pasar tersebut.

“Kalau faktor penunjang itu kan banyak. Tapi yang harus kita pastikan ini memang berdasarkan hasil pengamatan kita langsung selama tiga hari ini dengan tim,” katanya.

Holys mengungkapkan, bahwa memang masih ada tugas atau PR yang menantang bagi pengurus pasar khususnya UPTD pasar untuk membenahi. Hal tersebut demi menerapkan SNI pasar rakyat Cipanas lolos.

Adapun hal yang harus dibenahi, tambah Holys, yang pertama itu adalah terkait dengan kebersihan pasar dan penataan zonasi pedagang pasar.

“Jadi berdasarkan pantauan kami, masih ada pedagang yang campur aduk. Seperti contoh, antara pedagang kering dan basah itu masih menyatu,” ungkapnya.

Termasuk, lanjut Holys, dari segi kebersihan para pedagang masih dikatakan kurang. Meski begitu, menurutnya, pasar Cipanas ini masih bisa dilakukan perbaikan.

“Jadi modelnya ini bukan scoring, tapi penilaian berapa jumlah pemenuhan dari 140 kriteria tadi. Apakah telah dipenuhi semuanya atau malah banyak yang kurangnya. Itu harus semua terpenuhi, terutama faktor utama dan penunjang tadi,” katanya.

Selain itu, Holys mengatakan, karena pasar Cipanas ini masuk dalam kategori pasar rakyat tipe 1, dengan mutu pasar harus satu. Namun hasil audit sementara, masih ada beberapa faktor yang harus dibenahi.

“Kami belum memastikan hasil secara resmi untuk mengaudit. Tapi mudah-mudahan masih bisa kekejar untuk hal yang kurang-kurangnya,” kata Holys.

Kepala Unit Pelayanan Terpadu (UPTD) Pasar Cipanas, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Cianjur, Heru Haerul Hakim mengaku, cukup optimis dengan adanya penilaian atau audit yang dilakukan oleh tim dari perusahaan swasta itu.

“Meski masih ada kekurangan untuk memenuhi pasar ber-SNI, kami tetap akan memaksimalkan pembenahan pasar sehingga berharap mendapatkan SNI itu,” katanya.

Heru menilai, bahwa sebetulnya pasar Cipanas ini sudah mendekati ke pasar-pasar modern. Namun untuk pola-pola penjualannya masih tetap mempertahankan ke sistem tradisional karena adanya tawar-menawar harga.

“Mudah-mudahan jika misalnya pasar Cipanas dapat gelar pasar SNI, Pemerintah Provinsi dan daerah dapat memberikan harapan yang jelas dengan mendapatkan keuntungan bagi masyarakat pasar dan pengelola pasar,” tukasnya. (dan)