Jelang Maulid Harga Sembako di Pasar Cipanas Stabil

Pasar rakyat Cipanas

RADARCIANJUR.com – Sepekan jelang Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Maulid Nabi Muhammad SAW, harga sejumlah bahan pokok atau sembako yang beredar di pasar rakyat Cipanas relatif masih stabil.

Meskipun beberapa perubahan harga jenis barang tertentu telah ada yang dimulai sejak awal Oktober kemarin, namun itupun belum begitu signifikan.

Kepala Unit Pelayanan Terpadu (UPTD) Pasar Cipanas, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Cianjur, Heru Haerul Hakim mengaku, pihaknya setiap hari terus memantau perkembangan harga sembako di pasar tradisional wilayah Utara ini.

Menurutnya, momentum tertentu memang biasanya bisa memicu perubahan harga sembako, tetapi karena saat Pandemi Covid-19 ini masih dikatakan normal.

“Bukan hanya menjelang peringatan maulid nabi, tetapi kami tiap hari lakukan pantauan harga. Memang sejauh ini masih relatif stabil, apalagi di masa pandemi ini,” ujar Heru kepada radarcianjur.com, Kamis (22/10).

Beberapa harga sembako yang beredar di pasar Cipanas, harganya masih normal. Hanya harga daging ayam broiler yang mengalami sedikit kenaikan. Itupun telah berlangsung sejak awal Oktober. Sebelumnya, per kilogram dibanderol Rp 30 ribu, kini menjadi Rp 32 ribu perkilo.

“Kenaikan harga masih dalam batas kewajaran. Itupun sudah lama. Kalau jelang Maulid ini belum ada,” katanya.

Selain itu, lanjut Heru, untuk harga bahan penunjang masak seperti cabe merah tanjung, masih dihargai Rp 75 ribu perkilogram. Sedangkan cabe merah biasa (TW) harganya Rp 45 ribu, dan cabe merah rawit dihargai Rp 30 ribu, dan cabe merah keriting dihargai Rp 45 ribu perkilogram.

“Harganya masih tetap kang. Walaupun ada sedikit penurunan pengunjung pasar. Tapi harga sembako masih normal,” katanya.

Termasuk, kata Heru, pihaknya akan memastikan kondisi harga sembako di setiap harinya dalam keadaan stabil. Jika kemungkinan didapati harga yang melambung dari oknum pedagang yang memainkan harga, maka akan ditindak tegas.

“Jika memang ada kenaikan tanpa sepengetahuan kami, apalagi oknum itu memainkan harga, maka akan kami laporkan ke dinas. Termasuk bisa saja nanti dari satgas pangan pun akan memonitor,” pungkasnya. (dan)