Pemkab Cianjur Salurkan Sembako Kepada Korban Banjir di Agrabinta dan Leles

DISALURKAN: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur kirim bantuan berupa sembako kepada korban banjir di Cianjur Selatan. (Foto Hakim Radar Cianjur)

RADARCIANJUR.com – Sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur kepada masyarakat yang terdampak bencana banjir dan longsor di Cianjur Selatan (Cisel). Pemkab Cianjur berikan bantuan berupa sembako.

Bantuan tersebut disalurkan ke pihak kecamatan dan diberikan kepada korban bencana.

Staf darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Cianjur, Herman mengatakan, bantuan tersebut akan diberikan ke dua kecamatan yakni Kecamatan Leles dan Agrabinta.

“Alhamdulillah masih mengalir bantuan bantuan untuk mereka yang terdampak di Kecamatan Leles dan Agrabinta. Karena ada dua kejadian banjir dan tanah longsor di Kecamatan Leles kalau di Agrabinta itu banjir 80 persen, 20 persennya hanya sedikit longsor,” ujarnya pada radarcianjur.com, Jumat (23/10/2020).

Ia menuturkan, saat ini yang menjadi prioritas yang sangat dibutuhkan oleh korban bencana di Cianjur selatan yaitu sembako. Pasalnya, para korban kemungkinan belum bisa beraktivitas bekerja seperti biasa, sehingga yang paling mendasar untuk masyarakat adalah bantuan berupa sembako.

“Kondisi terakhir di lokasi bencana saat ini alhamdulillah kondusif, hanya mungkin kalau ada bantuan khususnya berupa sembako mereka sangat membutuhkan,” ungkapnya.

Untuk potensi kerawanan seperti banjir masih mungkin terjadi, karena pihaknya melihat cuaca yang terus hujan. Sehingga mengimbau kepada masyarakat yang tinggal di bantaran sungai tetap siaga.

“Walaupun memang sekarang sudah kondusif dari kejadian kemarin tapi tetap siaga 24 jam,” jelasnya.

Selain itu, warga yang tinggal di bantaran sungai sudah disosialisasikan agar tetap waspada. Saat ini untuk posko darurat yang disiagakan sudah selesai karena tanggap bencana hanya tujuh hari saja.

“Saat ini posko darurat sudah selesai karena sudah dianggap aman dan kondusif di sana, tapi bantuan masih mengalir langsung ke kecamatan karena yang mengelola nanti pihak kecamatan dan desa,” tutupnya. (kim)