Pentingnya Kolaborasi Ulama dan Umaro Dalam Membangun Cianjur

HARI SANTRI : Herman Suherman memperingati Hari Santri Nasional dengan menekankan pentingnya kolaborasi antara ulama dan umaro dalam membangun Cianjur.

RADARCIANJUR.com – Calon Bupati Cianjur nomor urut tiga Herman Suherman memperingati Hari Santri Nasional dengan menekankan pentingnya kolaborasi antara ulama dan umaro dalam membangun Cianjur.

Herman mengatakan apabila melihat ke belakang, Cianjur ini merupakan kota yang memiliki banyak santri. Alim ulama dan pesantren memiliki peranan penting dan memiliki potensi yang besar dalam pembangunan Cianjur di masa lalu dan yang akan datang.

”Kolaborasi antara ulama dan umaro merupakan hal yang sangat penting dalam pembangunan Cianjur,” kata Herman saat bersilaturahmi di Kecamatan Karang Tengah, Kamis (22/10).

Herman yang biasa berkemeja putih dan memakai peci, khusus di Hari Santri ini juga mengenakan sarung saat berkeliling menyapa masyarakat.

“Dalam menjalankan pemerintahan, saya selalu melibatkan pandangan ulama dan santri ketika mengambil sebuah kebijakan. Saya percaya, pandangan ulama dan umaro harus saling bersinergis,” tutur Herman.

Calon Bupati nomor urut tiga yang berpasangan dengan Tb. Mulyana Syahrudin ini juga menjelaskan komitmennya untuk terus menjadikan Cianjur sebagai Kota Santri dan gudangnya ulama, salah satunya adalah dengan program pemberdayaan 1,000 kobong pesantren di seluruh Cianjur.

“Insya Allah ini akan diwujudkan sebagai upaya meneruskan pembangunan Cianjur dengan menjunjung prinsip religius serta berakhlak mulia. Di Jawa Barat, hanya Cianjur dan Tasikmalaya yang dijuluki kota santri, Insya Allah ini akan kami teruskan,” jelas Herman.

Dalam upaya memastikan kesejahteraan orang-orang yang jadi ujung tombak pendidikan agama di masyarakat terjamin, Herman memastikan akan ada insentif untuk guru-guru mengaji di seluruh Cianjur.

“Guru mengaji di desa-desa punya peranan yang sangat besar untuk generasi-generasi masa depan Cianjur. Kesejahteraan mereka harus terjamin, pemerintah daerah harus bisa memastikan hal ini,” terang Herman.(kim)