Putus Sekolah Salah Satu Faktor IPM Cianjur Rendah

GEDUNG : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cianjur. FOTO: Hakim / Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Cianjur masih terendah di Provinsi Jawa Barat, meskipun data Tahun 2019 menunjukkan kenaikan sebesar 65,38 dibandingkan Tahun 2018 yakni 64,62. Beberapa faktor mempengaruhi IPM di Kabupaten Cianjur salah satunya bidang pendidikan.

Saat ini, angka putus sekolah di Kabupaten Cianjur masih tinggi dan masih menjadi permasalahan di Kota Taucho ini, bahkan formula untuk mencari solusi permasalahan tersebut tengah dikaji Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Cianjur.

Berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) tahun ajaran 2020/2021 per hari ini, angka siswa SD yang putus sekolah di Cianjur sebanyak 959 siswa. Sementara siswa SMP yang putus sekolah sebanyak 2.415. Dengan demikian, ada 3.374 siswa yang putus sekolah untuk ranah Disdikbud Kabupaten Cianjur.

Untuk siswa SMA yang putus sekolah di Cianjur sebanyak 1.689. Sementara untuk siswa SMK yang putus sekolah ada sebanyak 2.688. Total siswa tingkat menengah atas yang putus sekolah di Cianjur sebanyak 4.377 siswa.

Seperti diketahui jumlah siswa SD, SMP, dan SMA aktif di Kabupaten Cianjur terdapat 441.335, terdiri dari jumlah SD 1.246, SMP 364, SMA 94 dan SMK 186.

Admin Dapodik Kabupaten Cianjur, Uus Rukmana mengatakan, untuk penyebab banyaknya siswa yang putus sekolah masih belum diketahui.

“Harus ditanyakan ke sekolahnya,” singkatnya di Kantor Disdikbud Cianjur.

Sementara itu, Sekretaris Disdikbud Kabupaten Cianjur, Moch Asep mengungkapkan, pihaknya mencoba untuk menangani angka putus sekolah, khususnya tingkat SD dan SMP. Salah satunya adalah dengan memberikan fasilitas sarana sekolah baik negeri atau swasta.

“Kemudian, seperti sarana alat-alat pembelajaran juga walaupun secara bertahap. Tapi satu ada yang sangat disayangkan di dalam upaya untuk peningkatan mutu pendidikan bahwa di Kabupaten Cianjur kekurangan guru yang sangat besar-besaran,” jelasnya.

Lanjutnya, guru di Kabupaten Cianjur dominan diisi oleh guru honorer. Bahkan, ia menyebut, ada beberapa sekolah yang guru ASN-nya kepala sekolah saja.

“Berarti itu kendala juga kendala kalau ada pembayaran dana BOS untuk kepentingan pembelajaran ditarik untuk guru honorer,” tutupnya. (kim)

Putus Sekolah dalam Angka:

IPM Kabupaten Cianjur
Tahun 2019 : 65,38
Tahun 2018 : 64,62

Data Pokok Pendidikan (tahun ajaran 2020/2021)

Siswa putus sekolah:

SD : 959 siswa
SMP : 2.415 siswa
SMA : 1.689 siswa
SMK : 2.688 siswa

Jumlah siswa SD, SMP, dan SMA aktif

SD : 1.246
SMP: 364
SMA : 94
SMK : 186