215 Warga Cianjur Terkonfirmasi Positif Covid-19, Gugus Tugas Akan Tambah Tempat Isolasi

Ilustrasi Covid-19.

RADARCIANJUR.com – Kasus Covid-19 di Kabupaten Cianjur mengalami peningkatan semenjak akhir September 2020, tetapi peningkatan tersebut diimbangi dengan kesembuhan yang mencapai 80 persen.

“Memang sejak akhir September 2020 terjadi kenaikan kasus yang sangat lumayan tinggi di kabupaten Cianjur yang sampai hari kemarin Minggu (25/10/2020) sudah hampir 215 yang terkonfirmasi positif. Tapi dari sejumlah itu Alhamdulillah kesembuhan 80 persen, dan yang meninggal juga tidak terlalu banyak, sedikit,” ujar Juru Bicara Pusat Informasi Covid-19 Kabupaten Cianjur, dr Yusman Faisal.

Lanjutnya, untuk penanganan masih lebih baik dibandingkan dengan kabupaten atau kota lain, meskipun untuk kasus ini Cianjur sama dengan kabupaten atau kota lain terjadi kenaikan.

“Saat ini untuk Satgas dan Dinkes fokusnya tidak lagi ke jumlah kasus yang terkonfirmasi lagi. Tapi saat ini strateginya bagaimana agar tidak terjadi lagi cluster di kabupaten, itu yang utama,” ungkapnya.

Untuk meningkatkan angka kesembuhan pasien, saat ini sudah memasuki tahap penjajakan dan akan membuka kembali isolasi baru khusus untuk pasien yang terkonfirmasi positif tanpa gejala. Untuk tempat dan alamatnya belum dipublikasikan akan tetapi masih di seputar Cipanas, dikarenakan di sana banyak villa dan hotel yang bisa digunakan.

“Selain itu juga tempat tersebut harus senyaman mungkin untuk pasien, karena kan di isolasi itu seperti di penjara sebetulnya, tapi kalau fasilitasnya bagus minimal bintang tiga itu tidak akan ada komplen dari pasien yang diisolasi,” jelasnya..

Sementara, untuk yang bergejala tidak ada toleransi lagi dan harus ke rumah sakit. Karena pasien tanpa gejala itu kesembuhannya 100 persen, namun pasien dengan gejala terdapat lima persen yang masuk ke ICU.

“Kemudian rumah sakit sampai dengan sekarang di bawah Asda I kita melakukan cek poin ke rumah sakit terkait dengan adanya keluhan dari masyarakat dan juga camat kaitan dengan pasien dicovidkan,” paparnya.

“Kemudian untuk penanganannya harus seperti apa kalau pasiennya positif dan negatif, terutama waktu tunggu hasil swab yang di cek poin di rumah sakit,” sambungnya. (kim)