Akhir Libur Panjang, Tempat Wisata Cibodas Cukup Ramai

BERLIBUR: Sejumlah pengunjung dari dan luar Cianjur tengah berlibur di kawasan objek wisata Cibodas Cianjur. Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Akhir libur panjang pekan ini, wisatawan dari dan luar Cianjur menyerbu sejumlah kawasan wisata di Kabupaten Cianjur, khususnya wilayah Utara yang berbatasan dengan Puncak Bogor dan Ibukota.

Seperti yang terpantau radarcianjur.com di kawasan wisata Cipanas Cianjur, ratusan kendaraan sejak pagi menuju siang akhir pekan ini roda dua maupun empat yang berplat B (warga Ibukota) masih banyak yang mengunjungi destinasi di kota Tauco tersebut.

“Pengen ke Kebun Raya Cibodas mas udah lama. Jadi dari rumah berangkatnya pagi-pagi sekali bareng keluarga, biar gak kena macet di jalan,” kata Rendi (35) seorang pengunjung KRC kepada radarcianjur.com, Minggu (1/11/2020).

Ayah muda ini mengatakan, meski dalam suasana berlibur, namun ia dan keluarganya selalu memperhatikan protokol kesehatan hingga tak lupa membawa alat penunjang protokol kesehatan.

“Kalau masker dan face shield selalu sedia dan kami bawa. Termasuk hand sanitizer,” ujarnya.

General Manager PT Natura Raya Kebun Raya Cibodas (KRC), Teguh Dwiyanto mengatakan, libur panjang pekan ini cukup berdampak pada peningkatan wisatawan yang datang khususnya ke Kebun Raya Cibodas.

“Alhamdulillah pengunjungnya cukup ramai. Walaupun di hari pertama cuti bersama kemarin tidak terlalu signifikan, hanya 300 sampai 600 orang waktu itu,” ujarnya kepada radarcianjur.com belum lama ini.

Dalam penerapan pencegahan Covid-19 pun, Teguh mengatakan, telah memiliki tim satgas internal untuk penanggulangan penyebaran virus Corona di wilayah objek wisata kebun raya.

“Jadi satgas Covid internal ini memang kami siapkan. Terutama security itu setiap satu jam sekali akan keliling memonitor wisatawan,” katanya.

Termasuk, lanjut Teguh, pihaknya pun memberikan edukasi kepada pengunjung yang gak pakai masker di lokasi agar diimbau untuk terus menggunakan masker.

“Kita juga imbau kepada wisatawan rombongan untuk setiap disuruh jaga jarak. Atau minimal tidak begitu berkerumun,” ucapnya.

Seperti langkah sebelumnya, bahwa perhari, bahkan per jam pihaknya berkomitmen di masa pandemi ini terus meningkatkan protokol kesehatan.

“Kita selalu terapan dengan baik di sini dari mulai pakai masker, pengecekan suhu dan sebagainya,” ujar Teguh.

Bahkan dalam pembatasan pengunjung pun, Teguh menyebut, maksimal pengunjung dibatasi hingga 10 ribu wisatawan, itupun jika ramai.

“Kalau kondisi saat ini paling rata-rata kisaran 3000 hingga 4000 pengunjung yang datang,” sebutnya. (dan)