Alfamart Bantu Alat Komunikasi Untuk Belajar Daring Bagi Anak di Pelosok Daerah

RADARCIANJUR.com- Saatnya Milawati (14) tidak lagi nebeng ke kawan tetangga nya ketika harus belajar online pada situasi pandemi corona ini. Pelajar kelas 2 SMP di Desa Talaga, Cugenang Kabupaten Cianjur ini, kini bisa fokus belajar di rumahnya, karena pada Rabu lalu (28/10) telah menerima bantuan berupa satu unit alat komunikasi berupa handphone dan kuota selama satu tahun dari Alfamart dan Rumah Yatim.

Bersama Milawati dan 9 anak kurang mampu lainnya yang berada di wilayah pelosok daerah di Kabupaten Cianjur, telah menerima bantuan alat komunikasi berupa gawai, kuota internet dan perlengkapan sekolah dari perusahaan ritel ini untuk mendukung kegiatan belajar Online/daring di rumahnya masing-masing.

Milawati mengaku, makin bersemangat belajar, karena tidak lagi mengandalkan handphone milik kawan tetangga untuk ikut belajar online. “Senang sekali, ada Handphone. Saya bisa belajar dirumah, tidak harus pergi ke rumah teman untuk numpang belajar online,” tutur penyuka pelajaran bahasa Indonesia yang sudah yatim piatu ini.

Bagi anak-anak yang berasal dari kalangan mampu, belajar online semasa masa pendemi ini tidaklah menjadi halangan, karena fasilitas alat komunikasi yang mereka miliki. Namun bagi Milawati dan anak anak lainnya, yang berasal dari kalangan tidak mampu, fasilitas tersebut adalah impian yang sulit dijangkau.

Berangkat dari keprihatinan hal tersebut, melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), Alfamart Cabang Cianjur bekerjasama dengan Rumah Yatim memberikan santunan kepada 10 anak yatim-piatu yang tersebar di wilayah Kabupaten Cianjur. Bantuan alat komunikasi berupa Handpone, paket kuota dan perlengkapan sekolah.

Regional Corporate Communication Alfamart, Firly Firlandi, mengatakan program Alfamart Care merupakan inisiatif pihaknya dalam memperhatikan dunia pendidikan pada saat pandemi Covid-19. Menurutnya prihatin karena tidak semua anak memiliki Handphone untuk belajar Daring.

“Bentuk kepedulian kami pada saat pandemi ini bidang pendidikan harus tetap diperhatikan, tidak semua anak-anak di Indonesia memiliki fasilitas untuk belajar daring atau online. Sebagian masalahnya karena anak-anak di pelosok merasa tidak mampu. Kami memberikan Gawai atau Handpone untuk komunikasi dan kuota selama setahun,” paparnya saat diwawancara, Rabu (28/10/2020) di Kampung Marilit, RT 02/04, Desa Talaga, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur.

 

Kegiatan ini baru pertama digelar, pihaknya membantu anak-anak yatim yang tidak mampu dari segi ekonomi. Dengan kegiatan ini pula, ia memancing semua pihak supaya membuka diri, membuka mata untuk membantu anak sekolah yang tidak mampu. Firly pun berharap, semoga dengan langkah kecil ini bisa membantu anak-anak daerah terpencil agar konsentrasi belajar, mereka bisa percaya diri dengan kemampuan nya.

Sementara itu, Kasi pemberdayaan Rumah Yatim Jawa Barat, Solehudin, Yayasannya mengajak kolaborasi bersama Alfamart untuk bersama-sama serta bahu-membahu untuk berbuat. Bantuan bagi anak yatim piatu di pelosok daerah berupa alat komunikasi dan pemenuhan kuoata serta perlengkapan sekolah.

(adv)