Buruh Cianjur Minta UMK Tahun 2021 Naik

Buruh Cianjur audensi dengan Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Cianjur

RADARCIANJUR.com – Organisasi buruh Serikat Pekerja Nasional (SPN) Kabupaten Cianjur, sepakat menolak keputusan pemerintah terkait tidak adanya kenaikan upah minimum Provinsi dan Kabupaten.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Serikat Pekerja Nasional (SPN) Kabupaten Cianjur Hendra Malik mengatakan, pihaknya telah melakukan audensi dengan Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Cianjur, namuh hingga saat ini belum menemukan titik temu.

“Hari ini, kami dari SPN mencoba untuk melakukan audensi bersama Dinas Ketenagakerjaan untuk menyampaikan aspirasi buruh agar di tahun 2021 upah minimum Kabupaten naik,” katanya kepada RADARCIANJUR.com Rabu (4/11/2020)

Hendra mengatakan, SPN sepakat menolak keras keputusan pemerintah yang tidak menaikkan upah minimum pada tahun depan.

“Jika tidak ada titik temu pada audiensi maka kami akan melakukan aksi turun ke jalan,” katanya

Menurutnya, jika berkaca dari perjalan di tahun 1998, 1999, dan tahun 2000 meski kondisi krisis ekonomi akan tetapi upah buruh tetap mengalami kenaikan.

“Sebagai contoh di DKI Jakarta, kenaikan upah minimum dari 1998 ke 1999 tetap naik sekitar 16 persen, padahal pertumbuhan ekonomi 1998 minus 17,49 persen,” jelasnya.

hal serupa juga terjadi dengan upah minimum dari 1999 ke 2000. Saat itu upah minimum tetap naik sekitar 23,8 persen, padahal pertumbuhan ekonomi 1999 minus 0,29 persen.

“Menurut saya kenaikan upah minimum pada tahun depan justru akan mendorong pertumbuhan ekonomi karena adanya kenaikan daya beli pekerja,” kata Hendra. (dil)