Terapkan 3M secara Ketat, Pasar Induk Cianjur Tambah Ramai

Pasar Induk Cianjur makin ramai setelah ada penerapan protokol kesehatan dengan ketat

CIANJUR – Disiplin ketat protokol kesehatan dengan meneraplan 3M membuat masyarakat semakin nyaman dalam berbelanja kebutuhan sehari- hari.

Kondisi itu terlihat dari semakin banyaknya masyarakat yang berbelanja di Pasar Induk Cianjur, Pasir Hayam.

Sementara, sejumlah los, kios dan toko yang sebelumnya lebih banyak tutup, kini mulai dibuka kembali oleh pemiliknya.

Terhitung sejak bulan Juni 2020 lalu, Kabupaten Cianjur yang berstatus zona hijau diperbolehkan kembali membuka pasar dan sarana umum lainnya.

“Maka itu, Gugus Tugas Kabupaten Cianjur di PIC Pasir Hayam melakukan Percepatan Penanggulangan Covid-19 dan bertekad mempertahankan kondisi tersebut supaya pasar dan daya beli masyarakat serta perekonomian di sektor perdagangan berjalan lancar,” ujar Kasubag PIC, Sampurna.

Ia menjelaskan, para pedagang dari 1.856 kios, 90 toko, 24 ruko, 340 los, dan 2.300 lapak mengalami kenaikan dan kembali ke titik normal angka pengunjung pasar.

“Daya beli masyarakat ke pasar meningkat sekitar 10 persen, mungkin juga itu dipengaruhi dari banyaknya bantuan yang diterima masyarakat dari pemerintah sehingga pengunjung pasar mengalami perbaikan penjualan,” ujarnya.

Naiknya daya beli masyarakat itu ditandai dari jumlah retribusi pasar yang kembali menunjukan perbaikan.

Dibandingkan pada awal masa pandemi yang melumpuhkan perekonomian dan para pedagang sudah membuka kiosnya untuk kembali berjualan.

“Setiap hari pengunjung pasar menunjukan kenaikan meski belum normal seperti biasanya sebelum ada corona,” tuturnya.

Untuk itu, pihaknya menyambut dengan makin displin dan ketat menerapkan protokol kesehatan di seluruh area pasar.

Langkah itu dilakukan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, TNI dan Polri.

Bagi siapapun yang memasuki area pasar, diwajibkan menjalani pemeriksaan suhu tubuh, memakai masker, dan mencuci tangan.

“Kami tingkatkan displin penerapan 3M. Itu berlaku untuk semua yang mau masuk area pasar. Tanpa terkecuali,” ujarnya.

Selain itu, ada juga petugas yang rutin berkeliling setiap Jumat untuk mengingatkan, mensosialisasikan serta melakuka penegakan displin protokol kesehatan.

Sedangkan penyemprotan cairan disinfektan, rutin dilakukan dua kali setiap minggunya.

“Kami juga memperbanyak tempat-tempat mencuci tangan. Bahkan setiap pedagang juga kami wajibkan memakai sarung tangan plastik,” tuturnya.

Hal ini dilakukan, selain membuat para pengunjung semakin merasa aman dan nyaman, juga menjaga perputaran roda ekonomi tetap berjalan.

“Semoga semua bisa kembali normal seperti biasa dengan tetap melakukan pembiasan baru untuk menjaga diri, keluarga dan orang banyak,” tandasnya.

Reporter: Dede Ginanjar/FJPP