Bahaya Stunting Incar Tujuh Kecamatan di Kabupaten Cianjur

Ilustrasi

RADARCIANJUR.com- Permasalahan stunting dan gizi buruk masih menghantui di sejumlah daerah di Indonesia. Seperti halnya Kabupaten Cianjur. Stunting adalah kondisi gagal pertumbuhan pada anak (pertumbuhan tubuh dan otak) akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama.

Dari hasil data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur, terdapat tujuh kecamatan di Kabupaten Cianjur memiliki angka tertinggi stunting yakni Kecamatan Naringgul, Campaka, Haurwangi, Cibeber, Cikalong, Ciranjang dan Tanggeung.

“Untuk data realnya belum bisa disampaikan, karena petugasnya lagi ada kegiatan dulu. Tapi di tujuh kecamatan tersebut memiliki angka tertinggj stunting,” ujar Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur, Teni Hernawati.

Akan tetapi, Dinkes Kabupaten Cianjur berhasil menekan persentase stunting dan gizi buruk. Pada 2013 Cianjur berada di angka 41,6 persen dan 2017 turun menjadi 33,5 persen.

“Sekarang Alhamdulillah pada 2020 mengalami penurunan yang sangat drastis, yaitu 8,7 persen,” paparnya.

Cianjur memiliki wilayah yang luas dengan penduduk yang banyak. Namun, fasilitas kesehatan masih sangat terbatas di Cianjur.

“Untuk di satu desa saja kalau di Kabupaten Cianjur minim fasilitas kesehatannya. Bidan pun hanya ada satu atau dua di satu desa itu,” ungkapnya.

Demi terus menekan angka Stunting dan gizi buruk, Dinkes Kabupaten Cianjur terus melakukan sosialisasi ke masyarakat tentang bahaya stunting dan cara menanganinya.

“Kami selalu memberikan sosialisasi ke masyarakat tentang stunting. Dinkes juga memberikan asupan makanan bergizi kepada anak balita,” tutupnya. (kim)