Oknum Kadus Diduga Potong Uang Penerima BPUM

Ilustrasi

RADARCIANJUR.com – Mempercepat pencairan menjadi alasan oknum kepala dusun (Kadus) di Desa Neglasari, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur diduga menyunat dana bantuan presiden Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) hingga Rp 300 ribu.

Menurut informasi yang dihimpun wartawan, dana ‘pelicin’ yang diminta oleh oknum Kepala Dusun (Kadus) tersebut sudah disampaikan saat proses pengajuan dan penyerahan berkas dari para penerima manfaat.

Dana itupun langsung diserahkan begitu bantuan dicairkan. Bahkan oknum tersebut sampai rela mengantarkan agar bisa langsung mendapatkan uang dari para penerima manfaat di sana.

“Iya diminta uang, waktu itu saya ngasih Rp 300 ribu. Sama dengan yang lain juga saat menerima bantuan BPUM. Katanya untuk biaya pemprosesan agar lebih cepat cair,” ujar salah seorang berinisial D (45) warga Desa Neglasari Kecamatan Cikalongkulon kepada wartawan belum lama ini.

Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti uang tersebut hanya untuk kepala Dusun atau ada pihak lain yang menerima lagi.

“Kalau kesitunya mah saya kurang tau pasti. Apa untuk dia sendiri atau ada yang dikasih lagi, yang jelas begitu cair di bank itu langsung diminta,” kata dia.

Hal sama diungkapkan salah seorang penerima manfaat di kedusunan dua Desa Neglarasi yang enggan disebutkan namanya mengaku, bahwa hal serupa dialami dirinya adanya pemotongan oleh oknum kadus tersebut.

“Sama dipotong juga Rp 300 ribu. Katanya untuk mempercepat proses pencarian juga,” ujarnya.

Ia pun menyayangkan adanya pemotongan tersebut. Sebab rencanya uang itu bakal digunakan untuk pengembangan warung klontong miliknya.

“Warung saya kan warung kecil. Tadinya uang itu mau beli barang dagangan yang kurang, biar lengkap. Meski hanya Rp 300 ribu, untuk warung kecil kan ya cukup untuk tambah-tambah. Makanya saya kesal juga,” tuturnya.

Sementara itu Kepala Desa Neglasari Dani Hamdani mengatakan, ada sekitar 200 orang warganya yang mendapatkan bantuan untuk pengembangan UMKM di tengah pandemi ini.

Namun sejak awal, dirinya telah mengingatkan jika tidak ada potongan sepeserpun untuk bantuan itu. Baik sekadar untuk biaya administrasi, apalagi dengan embek-embel pelicin supaya cepat cair.

“Bahkan dalam kegiatan Maulid Nabi beberapa waktu lalu saya sering sampaikan agar jangan sampai ada potongan. Biarkan penerima manfaat menggunakannya untuk mengembangkan usahanya, masing-masing,” katanya.

Dani mengaku, bakal memanggil oknum kepala Dusun ataupun oknum lainnya yang diduga melakukan pemotongan tersebut. “Segera akan saya panggil, kalau perlu akan kami sanksi tegas apabila itu terbukti,” tandasnya. (dan)