Eks Tambang Pasir di Gekbrong Akan Dimanfaatkan Perumdam

Salahsatu danau bekas tambang pasir di Kecamatan Gekbrong. Foto Fadilah Munajat/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Lahan bekas tambang pasir di Desa Cikahuripan, Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur, yang sudah tak produktif akan dimaksimalkan oleh Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti.

Direktur Utama Perumdam Tirta Mukti Kabupaten Cianjur, Budi Karyawan, mengatakan perlu pemanfaatan lahan-lahan bekas tambang pasir yang sudah tidak produktif lagi, lahan-lahan tersebut yang nantinya bisa digunakan menampung sumber air.

“Survei kami di lapangan, masih ada lahan-lahan bekas galian yang tidak termanfaatkan. Ini sebetulnya bisa dimanfaatkan membuat semacam danau yang nanti digunakan sebagai sumber air,” kata Budi, Senin (9/11/2020)

Budi mengatakan hasil pemetaan, setidaknya terdapat sekitar 60 hektare lahan bekas galian yang tidak termanfaatkan. Kecamatan Gekbrong yang notabene berada di dataran cukup tinggi, sangat mendukung pendistribusian air dengan sistem gravitasi.

“Tahun depan kami rencanakan akan membuat feasibility study terhadap wacana mereklamasi lahan bekas galian di Kecamatan Gekbrong. Kita akan kaji dan analisa lebih mendetail,” jelas Budi.

Lanjut Budi, jika wacana itu terealisasi terdapat 12 kecamatan yang akan mendapatkan distribusi air bersih bersumber dari danau buatan di lahan eks galian. Ke-12 kecamatan itu yakni Gekbrong, Warungkondang, Cilaku, Cibeber, Cianjur, Karangtengah, Ciranjang, Sukaluyu, Bojongpicung, Haurwangi, Mande, dan Cikalongkulon.

“Masalah akses air bersih ini harus dipikirkan dari sekarang. Betul sekarang masih tersedia, tapi kita harus visioner ke depan. Bagaimana anak-cucu kita 25 tahun ke depan, apakah masih bisa mengonsumsi air bersih,” tegasnya.

Menurut Budi, sayangnya, selama ini ketersediaan air bersih jarang mendapat porsi. Ia mencontohkan setiap kali kegiatan reses anggota DPRD yang mana penyerapan aspirasinya lebih banyak soal infrastruktur jalan.

“Padahal, air bersih juga merupakan kebutuhan infrastruktur yang menjadi hal utama bagi masyarakat. Mungkin masyarakat berpikirnya saat ini masih tersedia pasokan air bagi mereka. Tapi harus dipikirkan juga bagaimana kondisinya beberapa tahun ke depan,” ucap Budi.

Akses sambungan air bersih di bawah Perumdam Tirta Mukti Kabupaten Cianjur juga masih relatif kecil. Berdasarkan penghitungan, jumlah pelanggan sambungan air bersih masih di bawah 13% atau sekitar 50 ribuan dari jumlah penduduk yang tersebar di 11 kantor cabang.

“Makanya tahun depan kita rencanakan menggratiskan pemasangan sambungan air bersih bagi 5 ribu MBR (masyarakat berpenghasilan rendah),” bebernya.

Budi mengatakan sebagai salah satu BUMD, Perumdam Tirta Mukti tentu dituntut harus berinovasi. Baginya, bekerja bukan hanya sekadar menerima hak dan menjalankan kewajiban, tetapi dituntut selalu menciptakan ide dan gagasan baru.

“Pada prinsipnya, sebagai pelayan masyarakat, kita berikan yang terbaik kepada mereka (masyarakat). Tanpa inovasi, sulit untuk berkembang,” pungkasnya. (dil)