Konfercab ke-IX GMNI Cianjur, Ketua Terpilih: Organisasi Mahasiswa Harus Independen

Pjs Bupati Cianjur membuka Konfercab IX DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Cianjur. Foto: Dokumentasi For Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Cianjur, melaksanakan konferensi cabang (Konfercab) IX, di Gedung Hotel The Jhons Cianjur, Sabtu (7/11/2020).

Acara yang dihadiri langsung Pjs Bupati Cianjur Dr. H. Dudi Sudrajat.,MT, Kapolres Cianjur, Persatuan Alumni GMNI Cianjur Sarinah Susilawati.,SH.,M.Kp dan Ketua DPD KNPI Cianjur M Riksa Iman Pribadi.,SE itu berjalan tertib dan lancar.

Ketua sebelumnya dalam masa jabatan 2018-2020, Bung Roni Nurpalah menyampaikan bahwa, momentun Konfercab IX GMNI Cianjur ini, menjadi spirit awal yang akan melahirkan sosok pemimpin baru dalam melanjutkan tongkat estafet perjuangan GMNI guna menjalankan seluruh amanat penderitaan rakyat.

“Saya diberikan banyak kesempatan dalam proses pembelajaran kedewasaan berpikir, yang tentunya bisa saya implementasikan secara personal maupun komunal dalam kehidupan sehari-hari,” ucap Roni dalam sambutannya.

Selain itu Roni menyampaikan, tema yang digagas dalam Konfercab IX GMNI kali ini yakni, perkuat komitmen, tingkatkan kualitas, dan perkuat loyalitas menuju kejayaan GMNI.

Menurutnya, hal itu tentu harus menjadi sebuah stimulus dan semangat baru khususnya bagi kader dan anggota GMNI Cianjur.

“Jadi dalam pola pergerakan GMNI itu sendiri kita semua mampu mencapai apa yang seharusnya diraih yaitu menciptakan masyarakat yang adil dan makmur menuju masyarakat yang sosialistis,” ujarnya.

Sementara itu, dalam Konfercab IX DPC GMNI Cianjur ini diikuti juga oleh empat Dewan Pengurus Komisariat (DPK) definitif dan satu DPK karateker, yang menghasilkan sosok pemimpin baru dari DPK GMNI Hukum Universitas Suryakancana (Unsur), yakni Bung Rizki Novriandi, sebagai Ketua terpilih DPC GMNI Cianjur periode 2020-2022 melalui sidang pleno yang penuh dengan dinamika.

Dalam orasi politiknya, Bung Rizki menyampaikan bahwa GMNI harus tetap berada dalam plot pergerakannya sebagai organisasi gerakan mahasiswa yang bersifat independen dan tidak terikat pada kekuatan politik manapun, selain kepentingan rakyat.

“Pergerakan organisasi haruslah menciptakan kader yang progresif revolusioner dalam membangun masyarakat Pancasila guna tercapainya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” tuturnya. (dan)