Kepala Puskesmas Cikalongkulon Terpapar Covid-19

Ilustrasi Covid-19.

RADARCIANJUR.com– Setelah melakukan kontak erat dengan pasien positif Covid-19, Kepala Puskesmas Cikalongkulon, dr Budi Bachtiar terkonfirmasi terpapar Covid-19.

Kabar tersebut dibenarkan oleh Juru Bicara Pusat Informasi Covid-19 Kabupaten Cianjur, dr Yusman Faisal.

“Terpaparnya dr Budi ini ada gejala penyerta sehingga harus diisolasi di RSUD dan beliau baru masuk kemarin, saat ini sudah diisolasi,” ujarnya melalui sambungan telepon.

Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Cianjur pun langsung bergerak cepat mengerahkan tim surveillance untuk mencari kontak erat dari pasien.

“Penanganannya, tim surveillance dari Dinkes dan Puskesmas Cikalongkulon bergerak untuk mencari kontak erat dan sudah semua di swab test tinggal menunggu hasil,” ungkapnya.

Pasalnya, Kepala Puskesmas Cikalongkulon sudah terpapar, Puskesmas Cikalongkulon terpaksa menjalankan Work From Home (WFH) sebanyak 75 persen kegiatan dan pelayanan pasien.

“Pelayanan pasien yang masih berjalan adalah IGD. Sementara yang lain ditutup dulu sampai kondisinya terkendali,” terangnya.

Saat ini pun Kapuskesmas Cikalongkulon akan menjalani isolasi sampai dua minggu ke depan.

Berdasarkan video yang tersebar, Kepala Puskesmas Cikalongkulon, dr Budi Bachtiar merekam sendiri kondisinya setelah dinyatakan positif Covid-19.

“Assalamualaikum kepada semua warga masyarakat Cikalongkulon, saya dr Budi Bachtiar, Kepala puskesmas Cikalongkulon akan menjalani isolasi di pusat isolasi Bumi Ciherang karena hari ini 10 November saya dinyatakan positif Covid-19,” ungkapnya dalam video.

Selain itu, ia pun meminta doa kepada masyarakat Cianjur agar bisa sehat selama masa isolasi berlangsung.

“Minta doanya selama isolasi dua minggu ke depan saya baik-baik saja dan mudah-mudahan cepat sembuh agar bisa berinteraksi dengan temen-temen semua seperti sedia kala,” harapnya.

Atas hal yang menimpanya, dr Budi berpesan bahwa Covid-19 memang benar-benar ada. Ia pun menegaskan bahwa Covid-19 bukan hoax.

“Satu pesan saya, Covid-19 itu ada buktinya hari ini saya kena virus Covid-19. Demi Allah ini bukan hoax. Saya mohon kepada semua kalangan masyarakat, para ulama, ustad, santri, buruh, dan masyarakat semua, Covid-19 itu ada,” tutupnya. (kim)