9,7 juta Orang Jadi Pengangguran Akibat Pandemi Covid-19

Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah meletakan batu pertama program jaring pengaman sosial padat karya. Foto Fadilah Munajat/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah, resmikan program jaring sosial padat karya di Kabupaten Cianjur, peresmian ditandai dengan peletakan batu pertama Rabu (11/11/2020) di Desa Sindangjaya, Kecamatan Ciranjang.

Ida mengatakan, program jaring sosial padat karya sebagai satu program untuk mengurangi pengangguran, BPS melansir angka pengangguran di Indonesia mencapai 9,7 juta akibat pandemi covid-19, saat ini pemerintah menganggarkan Rp 696,25 T untuk penanganannya terutama di bidang kesehatan.

“Untuk program penanganan PHK pemerintah menganggarkan Rp 20 triliun untuk program pra kerja dan insentif subsidi gaji,” katanya

Ida mengatakan program JPS merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat dengan sasaran utama adalah masyarakat penganggur dan setengah penganggur.

“Kegiatan ini bertujuan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat melalui kegiatan pemberdayaan dan berkelanjutan, sehingga diharapkan mampu menekan angka penganggur dan setengah penganggur,” kata Ida.

Ia mengatakan, saat ini ada 29,13 juta penduduk usia kerja yang terdampak pandemi Covid-19. Untuk itu, program JPS ini dibuat untuk mengatasi dampak pandemi Covid-19, khususnya di sektor ketenagakerjaan.

“Fokus utama program padat karya adalah pada pembangunan infrastruktur di pedesaan yang melibatkan warga atau swadaya masyarakat,” katanya.

Ida mengapresiasi kerja bersama Kemendesa ini yang dinilainya dapat menyentuh langsung masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.

“Agar bantuan ini tepat sasaran maka kami kolaborasi dengan Kemendes PDTT karena yang mengetahui desa yang membutuhkan program ini,” ujar Ida.

Dirjen Binapenta dan PKK Kemnaker, Suhartono, menjelaskan bahwa Kementerian Ketenagakerjaan memberikan bantuan program Padat Karya Jaring Pengaman Sosial (JPS) kepada 34 Kelompok yang berada di Kabupaten Cianjur, di mana satu kelompok terdiri dari 20 orang pekerja.

“Progam tersebut bertujuan untuk membantu masyarakat dalam menghadapi dinamika di masa pandemi saat ini yang penuh ketidakpastian,” kata Suhartono.(dil)