Ini yang Dilakukan Pemkab Cianjur dalam Tangani Bencana Hidrometeorologi

Apel kesiapsiagaan bencana sebagai langkah antisipasi pra bencana.

RADARCIANJUR.com– Di musim cuaca ekstrem seperti saat ini, berbagai upaya dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur untuk melakukan pengurangan risiko bencana dan kesiapsiagaan penanganan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Cianjur menggelar apel kesiapsiagaan bencana Hidrometeorologi, pada Rabu (11/11) di Pendopo Kabupaten Cianjur.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, M Irfan Sofyan mengatakan, dari awal pihaknya sudah melakukan apel kesiapsiagaan bencana sebagai langkah antisipasi pra bencana.

“Kemudian juga Pak Bupati sudah membuat imbauan kepada warga di seluruh wilayah Kabupaten Cianjur, ke kecamatan, desa hingga tingkat RT, RW untuk membuat persiapan dan peningkatan kewaspadaan,” ujarnya.

Lanjutnya, BPBD Kabupaten Cianjur mempunyai Retana sebanyak 1.832 yang tersebar di setiap desa dengan lima orang anggota yang mewakili tiap kampung.

“Dalam apel ini Retana sengaja kami hadirkan namun tidak bisa semua karena pandemi Covid-19 ini, jadi para Korcabnya saja yang di wilayah utara dan wilayah selatan sebagian. Mereka sudah kita buatkan surat untuk kesiapsiagaan ini,” ungkapnya.

Sehingga, para Retana sudah disiapsiagakan di tiap kampung, karena untuk Kabupaten Cianjur kesiapsiagaannya hingga tingkat kampung.

“Di Kabupaten Cianjur semuanya rawan bencana karena kita daerahnya perbukitan, konstur letak geografis di kabupaten Cianjur perbukitan. Jadi pasti kebencanaan ini tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Cianjur. Bencana Hidrologi ini kita tidak tahu akan datang di mana,” paparnya.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, gudang logistik untuk di wilayah Cianjur Selatan (Cisel) pun sangat diperlukan untuk mempercepat penanganan ketika ada bencana seperti longsor dan sebagainya.

“Untuk gudang logistik di Cianjur Selatan sangat perlu sekali agar cepat penanganan, jangan sampai kita bawa dari Cianjur, karena untuk penanganan kebencanaan itu tidak bisa menunggu harus langsung segera,” jelasnya.

Sementara itu, Pjs Bupati Cianjur, Dudi Sudrajat Abdurachim menjelaskan, melihat potensi yang ada baik dari pemerintah ataupun non pemerintah yang bisa di mobilisasi untuk sewaktu-waktu ada kebencanaan sudah disiapkan.

“Yang paling penting ada peralatan, operator yang terlatih, dan SOP yang di mana jika ada kejadian sudah siap. Ada Posko di BPBD yang bisa menggerakkan seluruh elemen yang berfungsi untuk membantu kebencanaan dan kedaruratan,” terangnya.

Ia menambahkan, untuk Kabupaten Cianjur kesiapan anggarannya tiap tahun selalu ada anggaran belanja tidak terduga, termasuk pandemi Cobid-19 juga di pakai.

“Terus kebencanaan kemarin di Kecamatan Agrabinta dan Leles kita tangani. Cianjur belum ada status siaga bencana. Untuk imbauan kami sudah bikin ke seluruh kecamatan terutama desa. Yang pasti yang di daerah Selatan dan Utara ada potensi longsor,” tutupnya. (kim)