Kasus Positif Covid-19 di Jabar Naik Usai Libur Panjang

Ilustrasi Covid-19.

RADARCIANJUR.com – Kasus positif Covid-19 di Jawa Barat dua minggu usai libur panjang Maulid Nabi SAW pada 28 Oktober hingga 1 November mengalami kenaikan. Namun tidak setinggi liburan panjang Agustus.

”Ini menandakan protokol kesehatan 3M dan pembatasan di destinasi wisata itu dilakukan dengan baik,” ujar Gubernur Jabar Ridwan Kamil seperti dilansir dari Antara pada Jumat (13/11).

Evaluasi tersebut, kata dia, juga disampaikan ke Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhur Binsar Pandjaitan melalui konferensi video dari Gedung Pakuan.

Menurut Ridwan Kamil, kenaikan kasus setelah libur logis sebagai konsekuensi aktivitas warga. Tapi, menurut dia, yang patut disyukuri penting terjadi penurunan tren. Provinsi dengan banyak destinasi wisata seperti Jabar memang berisiko ada kenaikan kasus Covid-19 terutama pada masa libur panjang.

”Memang risiko tinggi ada di kita karena penerbangan orang jarang. Sekarang orang berwisata naik motor atau mobil. Orang Jakarta mayoritas larinya ke Jabar,” tutur Ridwan Kamil.

Mengantisipasi libur Natal dan Tahun Baru akhir Desember, Ridwan Kamil meminta pemkab/pemkot di Jabar mengantisipasi dengan merancang sistem pencegahan terintegrasi di tempat-tempat wisata dan pintu masuk daerah. ”Hati-hati dan perbaiki (protokol kesehatan dan pembatasan pengunjung wisata), karena libur panjang akan hadir pada Desember,” ujar Ridwan Kamil.

Menko Bidang Maritim dan Investasi Luhut Pandjaitan membenarkan, usai libur panjang memang terjadi kenaikan kasus terkonfirmasi Covid-19. Berdasar data Kementerian Koordinator Bidang Marves per 11 November, kontribusi provinsi pada mortalitas nasional dua minggu usai libur panjang Oktober di delapan dan lima provinsi mengalami penurunan, dibandingkan dua minggu usai libur panjang Agustus.

Per 9–15 September kontribusi nasional terhadap penambahan kasus di delapan provinsi mencapai 77,8 persen, dan lima provinsi 13,4 persen. Sementara hampir dua minggu setelah libur panjang akhir Oktober penambahan kasus di delapan provinsi mencapai 63,4 persen dan lima provinsi 14,4 persen.

”Kalau kita lihat per 11 November, total kasus terjadi kenaikan cukup banyak juga. Tapi tidak sebanyak pada libur panjang Agustus. Saya kira cukup berhasil juga teman-teman melakukan penanganan, karena sudah mau dua minggu (usai libur panjang),” jelas Luhut dalam rapat tersebut.

Menjadi catatan Luhut, jumlah laporan operasi yustisi 3M di Jabar menurun 16 persen dari asalnya 160,9 ribu menjadi 135 ribu, sehingga wajar ada peningkatan kasus positif hingga 41 persen. Jabar menempati urutan kedua peningkatan kasus positif usai libur panjang di bawah Jateng (49 persen), di atas DKI Jakarta (14 persen), dan Jatim (lima persen).

Selain itu, untuk menekan penularan di dalam rumah, pemda juga perlu terus mendorong penggunaan fasilitas isolasi terpusat bagi pasien bergejala ringan atau tidak bergejala. Luhut meminta Kementerian Kesehatan menyusun pedoman tertulis tentang isolasi terpusat yang dapat diikuti pemda.

”Perlu dilakukan testing dan tracing yang tepat sasaran berdasar analisis klaster untuk secepatnya memutus mata rantai penularan Covid-19,” ujar Luhut.(jwp)