Cegah Covid-19, Terapkan Prokes di Lingkungan Pesantren

DIPERIKSA : Salah satu santri tengah diperiksa kesehatan oleh tenaga medis. 

RADARCIANJUR.com – Yayasan Pesantren Al Inayah terus berupaya membiasakan santrinya agar terhindar dari virus Covid-19 dengan menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) 3M. Hal tersebut, menjadi perhatian khusus pihak yayasan untuk tetap menjaga strerilisasi di lingkungan pesantren.

Pusat pendidikan agama Islam yang beralamat di Jalan Raya Rancagoong Kecamatan Cilaku ini, menerapkan prokes 3M secara ketat, seperti wajib memakai masker, menjaga jarak, dan menganjurkan santri dan warga pesantren mencuci tangan dengan sabun sesering mungkin.

Disamping itu, Yayasan juga memeriksa suhu tubuh para santri dan warga pesantren setiap keluar masuk area pesantren.

“Semua santri, warga dan keluarga besar yayasan pesantren wajib mentaati peraturan yang telah ditetapkan untuk turut serta mendukung satgas Covid-19 Pemerintah Kabupten Cianjur dalam memutus paparan virus di lingkungan pesantren khususnya,” ujar Ketua Yayasan Pesantren Al Inayah Muhammad Devi pada radarcianjur.com, Jumat (13/11/2020).

Ustad Devi sapaan akrabnya mengatakan, selain itu, Yayasan Al Inayah juga menyediakan alat kesehatan, seperti handsanitizer, tempat cuci tangan, dan melakukan penyemprotan disinfektan rutin dua kali seminggu, juga membersihkan seluruh area dan media belajar, serta bergantian piket untuk memantau aktifitas santri, hingga memeriksakan kondisi kesehatan bekerjasama dengan tenaga medis dari Puskesmas setempat setiap bulan.

“Langkah dan antisipasi itu penting dilakukan karena para santri dan warga pesantren khawatir tertular Covid-19, supaya santri nyaman dan aman juga belajar dengan tenang, bahkan pesantren telah menyediakan ruangan khusus untuk pemerikasaan kesehatan santri di Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren), yang berada di dalam area lingkungan pesantren yang bekerjasama dengan tenaga medis Puskesmas Kecamatan Cilaku, ” katanya.

Ustad Devi menuturkan, Pondok Pesantren Al Inayah memiliki 188 Santri yang dititipkan orangtuanya untuk menimba ilmu, tak sedikit dari para orangtua santri yang dirundung ke khawatiran.

“Maka dari itu, kami sebagai pengasuh berupaya semaksimal mungkin menerapkan Prokes ketat untuk mendeteksi dini kondisi para santri, kalau ada diantara mereka (santri dan warga) yang kondisinya kurang sehat, kami bawa untuk diperiksa secara intensif ke Puskesmas,” tuturnya.

Ia menambahkan,  sejauh ini belum ada santri yang mengeluh terkait penerapan ketat protokol kesehatan yang ditetapkan, bahkan seluruh warga pesantren dan para orangtua mendukung upaya yang dilkukan Yayasan.

“Alhamdulillah tidak ada yang merasa terganggu baik itu santri maupun orangtua dengan aturan ketat yang ditetatapkan yayasan, bahkan seluruh orangtua setuju dengan aturan yang dilakukan sejak enam bulan  lalu berjalan dengan lancar dan tertib,” pungkasnya. (hry)