Pasar Cipanas Segera Jadi Pasar Ber-SNI

KUNJUNGAN: Direktur Jenderal (Ditjen) Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) berserta jajarannya memastikan bahwa Pasar rakyat Cipanas layak mendapat sertifikasi SNI. Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Pasar rakyat Cipanas dapat kunjungan dari Kementerian Perdagangan Republik Indonesia melalui Direktur Jenderal
Direktur Jenderal (Ditjen) Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) berserta jajarannya, Senin (16/11/2020).

Dalam kesempatan tersebut Ditjen PKTN Kementerian Perdagangan RI, Veri Anggrijono, didampingi pula Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Cianjur beserta jajarannya, termasuk Kepala Pasar dan pengurus K5 pasar Cipanas.

Veri Anggrijono mengatakan usai acara, bahwa pihaknya hadir ke pasar rakyat Cipanas ini dalam rangka memastikan dan melakukan pendampingan terhadap pasar-pasar yang akan mendapat sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI).

“Kami datang hari ini untuk memastikan apakah pasar Cipanas ini layak untuk mendapat sertifikasi menjadi pasar rakyat ber-SNI atau tidak. Karena untuk mendapatkan sertifikasi ini harus melalui beberapa tahapan,” ujar Veri kepada radarcianjur.com, Senin (16/11).

Adapun tahapan yang telah dilakukan, Veri menyebut, ada tiga tahapan. Namun secara rinci penjelasan tersebut bisa disampaikan oleh Ditjen terkait.

“Yang pasti pasar Cipanas ini telah melalui tahapan-tahapan tersebut. Insya Allah nanti pasar Cipanas ini akan mendapat sertifikasi SNI,” kata dia.

Setelah mendapatkan sertifikasi SNI, Veri mengatakan, kedepan diharapkan pasar tersebut bisa menjadi contoh pasar-pasar lain.

“Jadi setelah pasar rakyat itu mendapat Sertifikasi SNI, pemerintah pusat dalam memberikan bantuannya dapat menjadi satu patokan bahwa pasar itu layak,” ujarnya.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Cianjur, Tohari Sastra mengatakan, pihaknya sangat berterima kasih dan merasa bangga bahwa pasar Cipanas akan mendapatkan sertifikat SNI.

“Mudah-mudahan setelah mendapat sertifikasi itu, banyak manfaat yang didapat. Baik untuk para pedagangnya maupun para pengelolaannya,” ujar Tohari.

Termasuk dinas pun berharap agar hal ini bisa menjadi inspirasi bagi para pelaku pasar yang lain. Sehingga mereka bisa mencontoh bagaimana caranya agar pasar rakyat itu bisa berstandar SNI.

“Kami sudah memberikan instruksi kepada mereka yang belum ber-SNI, agar segera berkunjung dan melakukan studi banding ke pasar Cipanas. Sehingga bisa mengelola pasar lebih baik lagi,” pungkasnya. (dan)