Tenaga Pendidikan Bakal Diberi Bantuan Tunai Rp 1,8 Juta

Mendikbud Nadiem Makarim (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

RADARCIANJUR.com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan bahwa akan memberikan bantuan kepada tenaga didik dan kependidikan non-PNS. Para guru dan tenaga didik akan mendapatkan bantuan masing-masing sebesar Rp 1,8 juta.

Dia menuturkan, alasan pemerintah memberikan BSU adalah untuk meningkatkan semangat para guru dan tenaga didik dalam memberikan pengajaran di tengah pandemi Covid-19.

’’Kenapa kita melakukan, pemerintah melakukan bantuan subsidi upah adalah untuk membantu ujung tombak pendidikan kita di berbagai macam sekolah kita yang sudah berjasa untuk membantu pendidikan anak-anak kita di situasi pandemi ini,’’ ucapnya dalam siaran YouTube KEMENDIKBUD RI, Selasa (17/11).

Dia menyatakan, pandemi Covid-19 tidak hanya membuat krisis di satu sektor saja, seperti kesehatan, tapi sektor ekonomi dan pendidikan pun terkena imbasnya. Oleh karena itu, bantuan itu akhirnya disalurkan. ’’Ada berbagai macam gejolak, bukan saja di bidang pembelajaran tapi juga di bidang ekonomi, dan kami menyadari ini,’’ ucap mantan bos Gojek itu.

Adapun persyaratan bagi pendidik dan tenaga kependidikan non-PNS untuk menerima BSU. Pihaknya memiliki prinsip dalam mengutamakan kesederhanaan daripada kriteria sehingga memudahkan para penerima untuk mendapatkannya. Akses info pendaftaran bisa melalui info.gtk.kemdikbud.go.id.

’’Ini kriterianya sangat sederhana, yakni Warga Negara Indonesia (WNI) berstatus bukan PNS, memiliki penghasilan di bawah Rp 5.000.000, dan tidak menerima bantuan subsidi upah gaji dari Kemenker. dari program-program lainnya, dan juga tidak menerima Kartu Prakerja sampai dengan tanggal 1 Oktober 2020,’’ ujar dia. (*)