Mengenal Pjs Bupati Cianjur Dudi Sudrajat Abdurachim, Pria Penyayang Keluarga, Geram ASN Malas

Pjs Bupati Cianjur saat memberikan sambutan pada acara kunjungan Menteri Pertanian di Balithi, Pacet.Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR – Dudi Sudrajat Abdurachim menduduki jabatan Pjs Bupati Cianjur selama Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman memasuki masa cuti kampanye pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak Jawa Barat (Jabar) 2020.

Salah satu tugasnya adalah melakukan suksesi sekaligus menjaga kondusivitas gelaran Pilkada tahun ini. Namun, banyak yang belum mengenal pribadinya secara langsung. Berikut bincang-bincang Radar Cianjur saat bertemu dengan pria humoris nan tegas ini kemarin siang di Pendopo Cianjur.

Apa saja tugas yang dimandatkan kepada Bapak selama menjabat Pjs Bupati Cianjur?
Wah, kalau tugas banyak ya. Tugas juga sudah menjadi amanah. Tapi tugas saya yang paling berat adalah menjadi Bupati Cianjur meskipun Pjs. Karena jujur saja, saya belum pernah menjadi Bupati. Ini (Bupati) jadi pertama kali buat saya. Intinya, saya hanya diamanatkan agar gelaran Pilkada Cianjur tahun 2020 ini sukses. Diamini ya.

Berarti pengalaman ini menjadi pengalaman berharga Bapak memimpin wilayah ruang lingkup kabupaten, meskipun hanya menjabat Pjs?
Iya betul. Sebenarnya saya sudah lama menjadi ASN. Ya, sejak umur 25 tahun. Sekitar tahun 1986. Dan sekarang saya sudah 59 tahun. Berarti saya sudah 34 tahun menjadi abdi masyarakat.

Berapa lama Pak Dudi akan berada di Cianjur mengemban amanah Pjs ini?
Secara formal tugas saya itu dihitung-hitung 10 minggu ya. Sampai hari ini (kemarin) berarti kurang dari sebulan lagi. Lebih tepatnya sampai tanggal 5 Desember nanti. Sebelum-sebelum masa tenang Pilkada dimulai.

Apa yang akan Bapak lakukan ketika tugas Bapak sebagai Pjs Bupati Cianjur selesai?
Kita kan terikat peraturan ya, apalagi dengan pimpinan. Dimanapun nanti ditugaskan ya kita harus siap. Yang pasti kembali dulu menjabat sebagai Asda Pemprov karena kan sebelumnya memang saya di sana.

Selama lebih dari satu bulan di Cianjur, bagaimana pendapat Bapak tentang Cianjur?
Cianjur itu dingin ya, airnya seger. Beda ya dengan saya kalau di Bandung. Di sini juga masyarakatnya ramah. Tapi, nuansa politiknya kental juga di sini (Cianjur). Banyak potensi wisatanya. Bagus-bagus semua. Cuma memang perlu itu ya, perlu dikembangkan.

Sebutkan satu kalimat, ketika Bapak mendengar kata ‘Politik’?
Kita harus berpolitik agar tidak dipolitikan.

Apa artinya Pak?
Kalau saya orangnya lurus-lurus aja, lempeng. Kita harus cerdas soal politik. Jangan sampai kita, mungkin akan bisa dimanfaatkan. Mungkin ya. Jadi memang harus bisa membawa diri juga.

Berarti tidak ada ‘anti’ terhadap ranah politik khususnya dalam gelaran Pilkada saat ini?
Ya, tentu saja. Saya orangnya welcome. Siapapun partai politik maupun paslon yang mau bertemu saya siap. Cuma memang saya belum silaturahmi dengan semua ya. Tapi saya ada rencana, akan bertemu dengan semuanya.

Bertemu dengan empat paslon? Delapan orang Pak?
Yup. Semuanya. Masih saya pikirkan dulu konsepnya seperti apa. Niatan saya dari awal kan baik. Nambah saudara juga. Yang saya pikirkan itu waktunya. Harinya kapan. Karena saya ingin semuanya hadir, meskipun saya tahu semua juga punya kesibukan dan aktivitas masing-masing. Mungkin itu kendalanya ya.

Apakah ada perbedaan? ASN di Kabupaten Cianjur selama Bapak menjadi Pjs dengan ASN di Kota Bandung selama Bapak menjadi Asda III Pemprov?
Semua bekerja dengan baik. Tapi kita dibikin ejoy aja. Saya pun sebagai pimpinan tidak terlalu ketat atau protokol. Tapi tegas. Alhamdulillah semua senang, bahkan sudah seperti keluarga sendiri di sini (Cianjur).

Keluarga Bapak bermukim di mana? Apakah Pak Dudi harus bolak-balik pulang ke rumah?
Keluarga di Bandung karena saya asli Bandung. Anak saya satu, tapi di Jakarta karena dia kerja di sana. Saya juga sudah punya cucu satu. Kalau berbicara bolak balik, ya memang seperti itu. Kadang saya juga tidak pulang karena kadang saya harus ke Garut, Sumedang dan wilayah Jawa Barat lainnya karena tugas. Semua harus imbang karena saya sayang keluarga.

Di usia 59 tahun saat ini, apalagi yang ingin Bapak kejar atau raih?
Sudah bersyukur ya. Di ASN saya sudah mentok, Golongan IV E. Sebentar lagi mungkin saya pensiun tapi masih bisa fungsional ya. Saya cuma ingin sehat, bisa berbagi, bahagia. Itu saja. Keluarga juga ya, ingin sehat semua.

Sampai saat ini, apakah Bapak masih berolahraga?
Masih. Hobi saya itu berenang. Yang masih saya jalani itu pingpong. Tenis meja. Waktu dulu, semua olahraga saya geluti. Bahkan sampai momotoran perjalanan 12 jam saya masih sanggup. Kalau sekarang sudah tidak lagi ya. Sepeda masih sesekali.

Berbicara kinerja ASN, apa yang paling Bapak benci dari ASN?
Malas. Karakter yang tidak mau belajar. Baru disuruh, sudah lemes. Mengeluh juga. Kalau bekerja itu enggak boleh mengeluh. Dan satu lagi, ASN itu harus jujur. Jadi, jangan ambil-ambil kesempatan. Bagi saya, kalau mau kaya karena menjadi ASN itu salah besar. Tapi, kalau berkarir pasti saya support.

Apa harapan Pak Dudi kepada Kabupaten Cianjur saat ini?
Saya hanya ingin Cianjur maju. Segala bidang baik. Covid-19 juga harus sama-sama kita cegah dan lawan. Saya tidak punya kepentingan di sini (Cianjur). Tapi saya turut senang apabila Cianjur bisa menjadi lebih baik.

Di akhir perbincangan, Pjs Bupati Cianjur, Dudi Sudrajat Abdurachim mengimbau, agar Cianjur menjadi lebih baik di segala bidang. Tak hanya tugas pemerintah Kabupaten atau pemerintah Provinsi saja, melainkan tugas bersama dengan segenap lapisan masyarakat.

Ia pun membuka pintu selebar-lebarnya kepada segenap masyarakat Cianjur yang hendak bersilaturahmi dan memberikan masukan serta diskusi, khususnya yang bermuara pada kemajuan Kabupaten Cianjur. (yaz)