Debat Terbuka Pilkada Cianjur : Semua Paslon Yakin Bawa Perubahan

Debat terbuka pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Cianjur

RADARCIANJUR.com- Pelaksanaan debat pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Cianjur sudah berlangsung tadi siang sekitar pukul 13.00 WIB hingga pukul 15.30 WIB di Prime Park Hotel Jalan PHH Mustopa, Kota Bandung.

Pada pelaksanaan debat, keempat paslon yakin bisa memberikan dan membawa perubahan bagi Kabupaten Cianjur dengan berbagai visi-misi serta program yang dipaparkan.

Debat kandidat yang dipandu oleh News Anchor I-NewsTV, Amanda Dasrul itupun secara beruntut memberikan kesempatan empat pasangan calon untuk membedah ide dan gagasan serta saling mengomentari program tiap paslon.

Pasangan nomor urut 1, Muhammad Toha-Ade Sobari tampil dengan pakaian kemeja putih berlengan panjang dengan paduan celana berwarna krem.

“Berangkat dari independen, kami percaya kami bisa menjadikan Kabupaten Cianjur yang makmur, bermartabat, dan agamis. Termasuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, meningkatkan layanan pemerintah yang gesit, serta menciptakan manusia unggul dalam segala bidang,” ujar Toha mengawali penyampaian visi-misi.

Pasangan nomor urut 2, Oting Zaenal Mutaqin-Wawan Setiawan tampil dengan menggunakan kemeja batik hitam bernuansa cokelat.

“Dengan pengalaman 29 tahun di pemerintahan dan kang Wawan sebagai politisi, kami berikrar mewakafkan diri untuk bisa menciptakan Cianjur yang maju, mandiri, dan berakhlakul karimah. Semuanya terwujud dengan peningkatan IPM Cianjur, infrastruktur yang memadai, serta meningkatkan manusia yang berkualitas dengan program satu desa satu dokter,” papar Oting.

Pasangan nomor urut 3, kandidat petahana, Herman suherman-TB Mulyana tampil dengan kemeja putih berlengan hitam dipadu celana hitam dan peci hitam sesuai dengan ciri khasnya.

“Visi kami adalah mewujudkan Cianjur manjur dan berakhlak mulia dengan meningkatkan kualitas SDM yang sehat dan produktif, membangun ekonomi kerakyatan berbasis potensi lokal, dan memantapkan reformasi serta transformasi birokrasi pemerintah agar tercipta pelayanan publik yang profesional,” tuturnya.

Terakhir, pasangan nomor urut 4, Lepi Ali Firmansyah-Gilar Budi Raharja tampil dengan kemeja dengan jas lengkap berwarna hitam dipadu dengan dasi berwarna merah maroon.

“Kami paslon muda yang digemari emak-emak dan dibanggakan orang tua yakin bisa menciptakan Cianjur baru yang barokah tur maju. Berorientasi melayani masyarakat yang sejahtera dan agamis,” ungkapnya.

Selama debat berlangaung di salah satu statsiun televisi itu, tidak ada riuh suara pendukung terdengar dari masing-masing calon. Karena KPU Kabupaten Cianjur memang menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat.

Komisioner Bawaslu Kabupaten Cianjur, Hadi Dzikri Nur mengatakan, ada beberapa hal yang akan diawasi Bawaslu dalam pelaksanaan debat. Seperti, penerapan protokol kesehatan hingga alur debat yakni apakah pengatur waktu memperlakukan sama setiap paslon.

“Setiap tahapan, Bawaslu selalu mengawasi termasuk debat. Dalam debat ini, ada beberapa hal di antaranya penerapan protokol kesehatan, dan alur debat,” jelasnya. (kim)