Ketua RT Desa Cibulakan Diduga Pungut Uang BPUM

Ilustrasi

RADARCIANJUR.com– Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) yang digelontorkan pemerintah pusat sebesar Rp2,4 juta kepada setiap usaha mikro yang ada di Indonesia, terlebih yang terdampak pandemi Covid-19 selebihnya harus diterima utuh. Namun di Kabupaten Cianjur tersiar kabar bahwa bantuan tersebut diduga dipinta oleh oknum Ketua Rukun Tetangga di Desa Cibulakan.

Informasi yang terhimpun, salah satu penerima BPUM yang enggan disebutkan namanya dari Kampung Giriharja Rt01 Rw01 Desa Cibulakan Kecamatan Cugenang mengungkapkan, bantuan yang diterima sebesar Rp2,4 juta tersebut dipinta oleh Ketua Rt 01 dengan alasan untuk staf Desa Cibulakan.

“Pas bantuan cair, yang bersangkutan meminta sebesar Rp200 ribu dengan alasan untuk staf desa. Ya saya enggak mau banyak tanya, akhirnya dikasih aja,” ujarnya.

Bahkan bukan hanya dirinya saja, kurang lebih 13 penerima bantuan pun turut memberikan uang dengan jumlah nominal yang sama.

“Enggak saya aja, semua juga memberikan uang dengan jumlah yang sama,” ungkapnya.

Mendapatkan kabar yang tersebar tersebut, Kades Cibulakan, Baden Zaki mengungkapkan, pihaknya tidak pernah menerima sepeser pun uang bantuan tersebut.

“Saya maupun staf desa tidak menerima uang sepeser pun dari penerima bantuan, tentu itu sangat mencoreng nama Desa Cibulakan,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Cianjur, Dindin Amaludin menjelaskan, bantuan yang digelontorkan oleh pemerintah pusat kepada pelaku usaha yang terdampak pandemi Covid-19 tidak boleh dipinta atau pun dipotong.

“Sama sekali tidak boleh, jangankan diminta, dipotong saja tidak boleh sama sekali. Itu harus diterima utuh oleh yang berhak,” tegasnya. (kim)