Remaja Asal Karangtengah Satu Tahun Berjuang Melawan Tumor Langka

TAK BERDAYA: Alif Maulana (13) harus berjuang melawan tumor langka yang dialaminya selama satu tahun akibat kecelakaan.

RADARCIANJUR.com – Satu tahun sudah Alif Maulana (13) warga Kampung Nangela Rt04 Rw01 Desa Babakan Caringin Kecamatan Karangtengah terbaring dengan kondisi memprihatinkan. Kondisinya yang kurus kering berbeda jauh dengan ia setahun yang lalu.

Kondisinya tersebut dikarenakan tumor langka yang dialaminya pasca kecelakaan satu tahun lalu bersama dua orang temannya. Bahkan, saat ini harus menjalani perawatan sakit yang dialami di salah satu rumah sakit di Bandung.

Dedi yang merupakan orang tua Alif mengatakan, meski biaya sudah dijamin oleh BPJS, namun masih ada kendala untuk biaya sehari-hari kurang lebih Rp150 ribu. Terlebih untuk biaya berobat ke Bandung.

“Saya hanya sopir, istri jualan bakso di depan rumah. Ya semenjak Alif sakit, kita tidak bisa bekerja, karena enggak mau ditinggalkan,” ujarnya.

Di sisi lain, untuk transportasi sudah difasilitasi oleh pihak Desa Babakan Caringin yakni ambulance desa. Ia menambahkan, dirinya terkadang merasa malu jika harus meminjam kepada orang lain untuk biaya kebutuhan sehari-hari.

“Kalau pak kades sering kesini pas Alif mau berangkat berobat dan memberikan bekal,” tuturnya.

Dirinya bersama keluarga berharap ada keajaiban untuk kesembuhan Alif dan adanya donatur yang mau turut membantu.

“Kita berharap adanya keajaiban untum kesembuhan Alif dan tentunya sangat berharap ada donatur yang turut membantu,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Babakan Caringin, Ihin Solihin mengaku sudah mengetahui keberadaan warganya yang sakit. Ia pun berusaha sebisanya untuk membantu keluarga Alif.

“Sebagai pimpinan di desa ini, tentunya saya harus turut serta membantunya karena itu adalah warga saya,” tuturnya.

Untuk sedikit meringankan beban keluarga Alif, dirinya mempersilahkan menggunakan fasilitas desa yakni mobil ambulance untuk transportasi ke rumah sakit.

“Karena sudah tidak bisa bekerja lantaran anaknya tidak mau ditinggalkan, untuk antar jemput pengobatan ke Bandung suka menggunakan ambulance desa dan biayanya dicover BPJS gratis,” jelasnya.

Dirinya pun berterimakasih kepada warga yang sudah mau membantu keluarga Dedi disaat dalam musibah.

“Terimakasih yang sebesar-besarnya kepada para dermawan yang sudah membantu keluarga pak Dedi dan untuk pak Dedi sekeluarga semoga diberikan kesabaran dalam menghadapi ujian ini,” tutupnya. (kim)