Aksi Unjuk Rasa Kenaikan UMK Berpotensi Kluster Baru Covid-19

Ilustrasi

RADARCIANJUR.com- Aksi unjuk rasa yang akan digelar selama tiga hari yang dimulai besok mengenai tuntutan kenaikan upah minimum kabupaten (UMK), bisa menambah kluster baru penyebaran Covid-19 di Kabupaten Cianjur.

Juru Bicara Pusat Informasi Penanganan Covid-19 Kabupaten Cianjur, dr Yusman Faisal mengatakan, pihaknya mengkhawatirkan dengan adanya kerumunan yang nanti terjadi saat aksi demo selama tiga hari berturut-turut.

BACA JUGA : UMK Tak Naik, Buruh Cianjur akan Demo Selama Tiga Hari

“Kabarnya 15.000 orang. Ini kan terkait kebijakan tentang penetapan UMK dan memang hasilnya tidak naik, sehingga ada beberapa kelompok atau organisasi buruh yang ada di Cianjur ini akan menyalurkan mengaspirasikan dalam bentuk demonstrasi,” ujarnya.

Ia menuturkan, pihaknya menyayangkan dalam situasi pandemi sangat riskan menjadi penyebaran kasus, apalagi dalam jumlah ribuan.

“Kami sih menyarankan agar ada perwakilan. Karena pak bupati juga sampai dengan hari ini mau menerima perwakilan dari buruh untuk melakukan audiensi,” terangnya.

Dengan alasan apapun, pihak Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Cianjur tidak mengimbau atau merekomendasikan kegiatan dengan jumlah massa yang banyak.

“Perlu juga diketahui bahwa saat ini mungkin sudah ada contoh bahwa bilamana imbauan atau kaitan dengan rekomendasi yang dikeluarkan oleh Satgas, bilamana tidak diindahkan itu akan berhadapan dengan hukum,” tegasnya.

“Saya mengimbau agar semua pihak bisa menahan diri untuk tidak melakukan suatu kumpulan banyak orang, yang dapat menyebarkan penyakit atau memperluas penyebaran Covid-19. Jika kumpulan massa terjadi, pihak kami akan berkordinasi dengan pihak kepolisian dan TNI,” lanjutnya.

BACA JUGA : Buruh Cianjur Sebut Ada Hal Aneh dalam Penetapan Kenaikan UMK 2021

Menurutnya, untuk potensi ada perhitungan ilmiah, hitung-hitungan berdasarkan rumus epidemiologi.

“Jadi misalkan kita di angka empat persen, artinya dari 100 orang yang diswab ada empat orang yang terkonfirmasi. Jadi kalau memang ada kumpulan sebanyak 100 orang saja, ada empat orang yang positif. Kalau 1.000 berarti tinggal dikalikan saja, hasilnya 40 pasti, apalagi 10.000 sekitar 400,” paparnya.

Selain itu, dirinya berharap agar tidak ada kerumunan dan dilakukan dengan upaya lain, tidak harus mempertontonkan kekuatan atau kekuasaan di depan masyarakat yang justru menuturnya akan berpotensi merugikan dirinya sendiri.

“Lebih baik upaya upaya persuasif saja yang dilakukan, agar situasi ini terjaga terutama di Kabupaten Cianjur yang sampai saat ini masih zona kuning jangan sampai nanti berubah menjadi orange bahkan merah,” tutupnya. (kim)