Jangan Biarkan Empat Pilar Kebangsaan Luntur

DISKUSI: Anggota DPR RI Komisi VII, Eddy Soeparno bersama elemen masyarakat Kabupaten Cianjur membahas Empat Pilar MPR RI. (Foto Hakim Radar Cianjur)

RADARCIANJUR.com- Bangsa Indonesia tidak lepas dari Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, NKRI, Bhineka Tunggal Ika dan Pancasila. Keempat pilar tersebut tidak bisa dipisahkan dalam keutuhan negara. Terlebih, dewasa ini pemahaman terhadap empat pilar kebangsaan sedikit berkurang.

Merekatkan empat pilar kebangsaan tidak hanya menjadi tugas pemerintah saja, namun segenap elemen masyarakat turut andil dan menjadi bagian dalam keutuhan Negara Indonesia.

Dalam upaya tetap mempertahankan tersebut, Anggota DPR RI Komisi VII, Eddy Soeparno melakukan Sosialisasi Empat Pilar dengan beberapa perwakilan masyarakat di Gedung Djuang, Jalan Otto Iskandar Dinata, Selasa (24/11).

“Di pertemuan ini, kita akan membahas empat pilar kebangsaan yang saat ini sudah sedikit mulai pudar melalui sosialisasi empat pilar MPR RI. Tentu ini menjadi kewajiban kita bersama, bukan hanya pemerintah saja. Dari mulai UUD 1945, NKRI, Bhineka Tunggal Ika dan Pancasila,” ujar Anggota DPR RI Komisi VII, Eddy Soeparno.

Ia menjelaskan, UUD 1945 merupakan standar hukum, bahwa negara ini merupakan negara hukum, bukan negara tirani. Sumber dari segala sumber adalah undang-undang dasar, tidak boleh ada peraturan yang bertentangan dengan UUD 1945.

Selain itu, Bhineka Tunggal Ika pun tak lepas dari salah satu bagian untuk mempererat Bangsa Indonesia. Semua memiliki tujuan sama, meski berbeda namun tetap menjaga Negara Indonesia tetap utuh dan semua memiliki hal yang sama atas layanan yang diberikan negara. Namun memiliki kewajiban kepada negara seperti membayar pajak.

Di sisi lain, Sekjen DPP Partai Amanat Nasional (PAN) ini merasa sangat miris dengan pengamalan Pancasila yang sedikit demi sedikit sudah tidak dipelajari.

“Pancasila saat ini seolah ditinggalkan sebagai dasar dan ideologi negara. Dewasa ini, sudah menjadi permasalahan. Pasalnya, pembelajaran Pancasila sudah jarang dipelajari oleh generasi saat ini. Seperti contoh, anak saat ini lebih mengidolakan influencer seperti youtuber dan bukan seperti kita dahulu yang mengidolakan para pahlawan,” paparnya.

Lanjutnya, Pancasila menjadi penting sebagai indentitas untuk menjaga moral bangsa. Semua sudah tertuang di dalam isi Pancasila dari sila pertama hingga sila ke-lima.

Di sela-sela tanya jawab, dirinya bercerita saat melihat beberapa anak muda yang berkunjung ke monumen pahlawan. Di tempat tersebut beberapa anak muda melakukan swa foto namun bukan dengan posisi yang patut dicontoh.

“Sangat miris saat salah satu monumen pahlawan malah tidak dihargai oleh segelintir generasi saat ini. Saya menyaksikan mereka asik berfoto tapi dengan tidak beretika seperti sambil merokok dan ada yang naik pula ke patung sambil memegang kepala, ini menjadi tugas kita semua untuk kembali memberikan pentingnya Pancasila sebagai jati diri bangsa,” tegasnya. (kim)