PMI Asal Cianjur Alami Stroke Setelah Dibuang Majikan

RADARCIANJUR.com – Puluhan aktivis migran Jawa Barat yang tergabung dalam Aliansi Aktivis migran Indonesia(Alami) Yayah Binti Ending (54) sambangi rumah pekerja migran Indonesia yang dibuang majikan dan mengalami stroke, Selasa (24/11/2020).

Para pegiat migran tersebut selain melihat kondisi langsung mantan PMI itu juga memberikan donasi berupa uang dan sembako untuk membantu meringankan baiaya pengobatan.

Yayah yang tercatat warga Kampung Tetelar RT 03 RW 06 Desa Cihaur, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, ini, kondisinya cukup memperihatinkan, untuk melakukan pengobatan, pihak keluarga hanya mampu membawanya ke pengobatan alternatif, lantaran terbentur baiaya.

BACA JUGA : Awas! Jangan Asal Me-Retweet Cuitan yang Menyesatkan

Ketua DPW FPMI Jabar Dhani Rahmad mengatakan, kondisinya memang memprihatinkan separuh badannya tidak bisa bergerak dan diajak bicara pun susah.

“Kami selaku pegiat migran sangat-sangat prihatin melihatnya, ibu Yayah terkapar kaku di atas kasur,”ujar Dhani.

Menurutnya, seharusnya pemerintah bisa merujuk langsung ke rumah sakit karena sudah jelas didalam undang-undang setiap warga negara mendapatkan perlindungan, terlebih ini adalah pekerja migran sakit.

“Keterangan dari keluarga ibu Yayah hanya dibawa ke wisma atlet Jakarta, lalu dijemput keluarga,” ungkap dia.

Disinggung masalah hak, Dhani mengatakan, hasil perbicangan dengan keluarga bahwa ibu Yayah ini selama 16 tahun di Saudi Arabi pindah-pindah majikan.

“Dengan datangnya kami kesni bentuk kepedulian saja. Seharunya ini kewajiban pemerintah dan dinas terkait,” ujarnya.

Ketua Asosiasi Tenaga Kerja Indonesia Raya (Astakira) Cianjur Ali Hildan mengatakan, pihaknya dengan rekan-rekan pegiat migran lainanya akan menulusuri pasca penempatan yayah di Arab Saudi.

” Kami akan coba berkoordinasi dengan KJRI. Ibu Yayah ini kerjanya pindah-pindah apa tetap satu majikan,”kata Ali.

Ali mengatakan isu yang beredar bahwa ibu Yayah ini dibuang oleh majikan.

BACA JUGA : Mobil Bermuatan Ikan Jatuh ke Jurang

“Ya kita akan cari info dulu. Yang pasti kita para aktivis migran Jabar peduli terhadap PMI terlebih ibu Yayah mengalami struke,” katanya.

Ali berhap pemerintah daerah, terutama BP2MI harus lebih peduli terhadap PMI.

“Apalagi Yayah ini stroke harus mendapatkan perawatan,” katanya. (dil)