Pembelajaran Tatap Muka Tidak Boleh Dipaksakan, Perlu Kajian Lebih Lanjut

Ilustrasi para siswa tengah belajar. Dok/Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com- Pembukaan pembelajaran tatap muka (PTM) yang dimulai tahun 2021 masih perlu dalam kajian, terlebih saat ini masih dalam kondisi pandemi Covid-19. Masih perlu pertimbangan yang sangat matang.

Bahkan, di Kabupaten Cianjur masih dilakukan kajian antara Gugus Tugas dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Cianjur.

“Kewenangan ada di Pemda. Sehingga kita masih mengaji kondisi apakah memang memungkinkan untuk dilaksanakan sekolah tatap muka atau kita masih harus menangguhkan waktunya,” ujar Juru Bicara Pusat Informasi Penanganan Covid-19 Kabupaten Cianjur, dr Yusman Faisal.

Forkopimda pun sampai menggelar rapat guna membahas PTM tahun 2021. Akan tetapi, pembahasan tersebut masih dalam proses pematangan untuk pelaksanaannya.

“Acuan kita masih ke SKB empat menteri kemudian ada permenkes tentang tempat-tempat umum dan perkantoran termasuk dinas dan sekolah. Dasarnya kita ambil dari situ lalu diambil bagian pendidikannya dan kalau bisa kita kembangkan, kalau tidak kita akan ambil seluruhnya dari perrmenkes tadi,” paparnya.

Menurutnya, perihal sekolah tatap muka pada Januari 2021 terlalu cepat atau tidak tetap memerlukan pembahasan yang matang. Hal ini dilakukan agar bisa mendapatkan hasil yang terbaik.

“Kalau kita melihat saat ini sekolah yang kita miliki tidak bisa diseragamkan dengan kondisi di DKI, itu juga harus jadi pertimbangan, apakah sekolah tatap muka harus dilakukan secepatnya atau harus ditangguhkan,” jelasnya.

Sementara itu, Anggota DPR RI Komisi VII, Eddy Suparno mengatakan, dalam pelaksanaan sekolah tatap muka pada 2021 mendatang tidak bisa dipukul rata semua daerah di Indonesia.

“Harus dibedakan antara satu daerah dengan daerah lain. Daerah yang memang terlihat sudah bisa melakukan penanganan Covid-19 dengan baik yaitu kurva penambahan kasus covid-19 itu menurun itu bisa dipertimbangkan. Dengan catatan bahwa penerapan protokol kesehatan harus diawasi secara ketat,” terangnya.

Sekjen DPP Partai Amanat Nasional (PAN) ini pun menambahkan, orang tua siswa tetap harus diberi keleluasaan dalam mengizinkan atau tidak anaknya untuk sekolah tatap muka. Mengingat fisik siswa berbeda-beda.

“Opsi harus dibuka bagi orang tua murid untuk memberikan izin untuk sekolah tatap muka atau tetap di rumah, mungkin ada fisik siswa yang berbeda ada yang lemah ada yang kuat. Orang tua yang paling tahu,” paparnya. 

Maka dari itu, perlu kajian khusus untuk melihat daerah mana yang memang aman untuk melaksanakan sekolah tatap muka.

“Harus kita lihat zonasi nya dan tetap protokol kesehatan yang diterapkan,” tutupnya . (kim)