Aksi Unjuk Rasa Buruh, Satgas Covid-19 : Semoga Kasus Positif Tidak Bertambah

Ribuan buruh berujukrasa di gerbang Pendopo Cianjur. Foto Fadilah Munajat/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Cianjur, khawatir terjadinya peningkatan jumlah kasus positif Covid-19 pasca aksi unjuk rasa ribuan buruh yang menuntut kenaikan UMK 2021.

Juru Bicara Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Cianjur, dr Yusman Faisal, mengatakan kerumunan massa ditengah pandemi tanpa memperhatikan protokol kesehatan sangat berpotensi terjadinya penyebaran dan penularan Covid-19.

BACA JUGA : Bersatu Untuk Keadilan, GMNI Cianjur Dukung Aksi Demo Buruh

“Potensinya sangat besar terjadi penambahan kasus Covid-19. Karena, dalam aksi tersebut sebagian besar massa tak memperhatikan protokol kesehatan, terutama menggunakan masker dan menjaga jarak,” kata Yusman, Kamis (26/11/2020).

Yusman mengatakan, berdasarkan rumus epidemiologi, jika kasus Covid-19 di angka 4 persen. Maka dari 100 orang yang di lakukan tes usap (Swab) hasilnya ada 4 orang yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.

“Jadi kalau memang ada kumpulan sebanyak 100 orang saja, ada 4 orang yang positif. Kalau 1.000 berarti tinggal dikalikan saja, hasilnya 40 pasti, apalagi 10.000 sekitar 400,” kata Yusman.

BACA JUGA : Ribuan Buruh Serbu Pendopo Cianjur Tuntut Kenaikan UMK

Lanjut Yusman, Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Cianjur tidak pernah merekomendasikan digelarnya aksi unjuk rasa oleh belasan ribu buruh itu.

“Dengan alasan apapun untuk mengerahkan massa lebih dari 50 orang, kami (Satgas Covid-19) tidak merekomendasikan.Semoga saja kasus positif Covid-19 tidak kembali bertambah,” pungkasnya. (dil)