Bersatu Untuk Keadilan, GMNI Cianjur Dukung Aksi Demo Buruh

Ribuan buruh berujukrasa di gerbang Pendopo Cianjur. Foto Fadilah Munajat/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Dewan Perwakilan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Kabupaten Cianjur mendukung serta mengapresiasi aksi yang dilakukan buruh selama ini, termasuk gerakan demonstrasi dalam menuntut kenaikan upah minimum kota (UMK), Rabu 25/11/2020).

Ketua DPC GMNI Cianjur, Rizki Novriandi mengatakan, beberapa aksi yang telah dilakukan oleh serikat buruh di kabupaten Cianjur dalam beberapa momen, GMNI pun ikut tergabung dalam gerakan itu.

“Sebab banyak sekali aturan atau regulasi yang tidak memihak buruh. Makanya kami dari GMNI ikut mendukung gerakan untuk keadilan itu,” ujar Rizki kepada radarcianjur.com, Rabu (25/11).

Menurut Rizki, sepatutnya kaum buruh pun bisa bersatu untuk menentang ketidakadilan dan melebur bersama kekuatan lainnya seperti mahasiswa, dan petani untuk membuat sebuah perubahan yang bersifat menyeluruh guna mencapai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Tidak dapat dipungkiri bahwa industrialisasi di Kabupaten Cianjur ini memberikan dampak yang positif bagi perekonomian di Indonesia. Makanya kami akan mendukung itu,” kata dia.

Ia menjelaskan, bahwa Industrialisasi merupakan salah satu tahap perkembangan ekonomi dalam rangka pembangunan wilayah atau daerah dan sumber daya alam, manusia, buatan, teknologi secara optimal, serta efektif.

Maka dari itu, lanjutnya, industrialisasi merupakan proses perubahan struktur ekonomi dari struktur ekonomi pertanian atau agraris ke struktur ekonomi industri.

“Industrialisasi ini penting khususnya bagi negara-negara yang sedang berkembang. Bahkan tak jarang sering dikaitkan dengan masalah ekonomi dan sosial seperti tingkat kemiskinan tinggi, jumlah pengangguran yang besar terutama dari golongan masyarakat berpendidikan rendah, ketimpangan distribusi pendapatan, dan proses pembangunan yang tidak merata antara kota dan desa,” paparnya.

Untuk itu, keberadaan atau pertumbuhan industri diharapkan dapat memberi suatu konstribusi positif yang signifikan terhadap upaya penanggulangan masalah-masalah tersebut.

Bahkan dalam hal itu, Rizki menuturkan, Kabupaten Cianjur pada saat ini sedang mengalami industrialisasi beberapa tahun terakhir. Bangunan-bangunan industri besar bermunculan di Kabupaten Cianjur yang pada dasarnya diharapkan dapat menekan angka pengangguran dan kemiskinan di Kabupaten Cianjur serta berharap dapat meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Cianjur.

“Tapi hal ini berbanding terbalik dengan keadaan buruh pasca mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) karena pandemik covid 19 kini buruh dibenturkan lagi dengan batalnya kenaikan upah minimum kota / kabupaten (UMK), yang keputusan ini diterbitkan tanpa memperhatikan aspirasi buruh Cianjur,” katanya.

Hal tersebut tentu menyulut buruh Cianjur menyuarakan haknya demonstrasi dengan dilakukan oleh beberapa serikat buruh.

“Jadi hal ini memang sepatutnya diperjuangkan oleh buruh, mengingat kenaikan upah 8% ini sangatlah berharga bagi buruh untuk dapat meningkatkan taraf hidupnya,” pungkasnya. (dan)