DPD Partai Golkar Cianjur Siapkan 9.972 Saksi di Setiap TPS

PEMATANGAN: Sejumlah anak muda yang tergabung dalam Badan Saksi Daerah (BSD) Partai Golkar menjalani pelatihan menjelang Pilkada 2020. (Foto Hakim Radar Cianjur)

RADARCIANJUR.com- DPD Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Cianjur menguatkan akar setiap anggota muda di Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 pada 9 Desember mendatang. Persiapan pun digelar yakni dengan mengadakan Training of Trainer Badan Saksi Daerah (BSD) di Aula DPD Partai Golkar dengan tujuan untuk jaga pemilih, jaga TPS, dan jaga suara untuk menangkan Pilkada 2020.

Sekretaris BSD DPD Partai Golkar Kabupaten Cianjur, Raka Fauzi Derizon mengatakan, dibentuknya BSD Kabupaten Cianjur hasil dari Munas Partai Golkar.

“Dengan harapan terciptanya saksi-saksi muda yang berkompeten, dikarenakan inilah bentuk kasih sayang versi Golkar terhadap kaum milenial, antara lain adalah mengedepankan pemuda pemudinya untuk menghasilkan pemimpin pemimpin yang hebat di masa depan,” ujarnya.

Terkait teknis, pihaknya melakukan langsung restore ke akar rumput dan sebagainya. Antara lain sangat menjaga suara masyarakat yang diharapkan Partai Golkar.

“Kalau misalkan saksi, dibentuknya kan ini baru terlaksana, cuman target kita itu 9.972 saksi. Tapi dengan harapan saya selaku sekretaris BSD, saya mengharapkan per kecamatan itu ataupun TPS itu bisa mendapatkan lima. Kalau misalkan kita mendapatkan lima saksi di antara lain bisa kita diakumulasikan, kalau misalkan dikali lima bisa dapat 50 ribu suara,” paparnya.

Ketua Badan Saksi Nasional (BSN) Partai Golkar Provinsi Jabar, Sukim Nur Arif mengutarakan, diharapkan adanya BSD bisa mempunyai kader milenial usia produktif dari mulai TPS sampai ke pusat di seluruh Provinsi Jawa Barat. Selain itu, juga untuk menyiapkan kader yang akan meneruskan perjuangan Partai Golkar, mengganti generasi yang sudah dewasa.

“Usia yang ditentukan oleh badan sanksi nasional itu usia 17-40 khusus untuk saksi TPS, memiliki pengetahuan yang didirikan oleh BSN, memiliki wawasan kepartaian, politik, dan kebangsaan itu yang diwajibkan,” ungkapnya.

Lanjutnya, generasi kedepan harus paham tentang perkembangan situasi masing-masing di setiap TPS yang berbeda karakter.

“Mungkin karakternya berbeda-beda, tidak sama TPS yang ada di Cianjur karakternya akan berbeda dengan TPS yang ada di Pantura, dan berbeda juga dengan TPS yang ada di Jakarta dan kota lainnya,” jelasnya.

Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Cianjur, TB Mulyana Syahrudin sangat mengapresiasi atas pembentukan badan saksi daerah ini. Ia mengungkapkan, hal itu dilakukan untuk menyiapkan tenaga-tenaga saksi yang terampil.

“Mereka itu diberikan pelatihan agar terampil kemudian nanti itu akan disebar ke setiap TPS. Cianjur itu ada 4.968 TPS dan itu setiap TPS ada sumber daya yang menjadi saksi TPS 2 orang,” ujarnya.

Ia berharap, setelah dibentuknya badan saksi mereka bisa menjaga pemilih bisa menjaga TPS dan suara.

“Jadi suara TPS itu adalah suara pemilih kita dan itu terjaga sampai dengan pelaporan, sampai dengan diputuskan oleh KPU itu tugas mereka,” tutupnya. (kim)