Ini yang Membuat Calon Bupati Herman Terkejut Saat Sambangi Desa-desa Terpencil di Cidaun

FOTO: BHSM FOR RADAR CIANJUR TANYA JAWAB: Calon Bupati Cianjur petahana, Herman Suherman sempat berhenti dan menyempatkan waktu untuk berbicara dengan warga yang tengah membersihkan materi longsor di Puncak Baru.

RADARCIANJUR.com -Calon Bupati Cianjur nomer urut 3, Herman Suherman kembali lakukan rangkaian kampanye pertemuan terbatas di wilayah Kecamatan Cidaun, Rabu (25/11). Dalam rangkaiannya itu, ia terkejut melihat kondisi jalan yang masih buruk khususnya di akses pedalaman.

Salah satu desa yang dikunjungi Herman adalah Desa Puncak Baru yang lokasinya terpencil di dataran tinggi Cidaun dengan akses jalan menuju kesana sulit dilalui kendaraan. Kunjungan itu membuat, warga makin yakin untuk mendukung pasangan Herman-Tb Mulyana. Hal itu dinyatakan salah satu tokoh masyarakat Puncak Baru, Haji Unus.

Haji Unus juga mengatakan, secara umum harapan masyarakat tentu soal akses jalan. Karena lokasi desa nya yg terpencil dan akses jalan yang rusak membuat akses ekonomi dan pendidikan juga sulit. Saat dikunjungi Herman, ada satu titik di ruas jalan menuju Desa Puncak Baru, yang sedang dibersihkan dari longsoran tanah.

Di Puncak Baru, Herman menegaskan persoalan jalan sudah menjadi program prioritasnya. Karena dengan infrastruktur yang baik semua akan terbentuknya, dari segi ekonomi, pendidikan hingga kesehatan. “Kalau jalan bagus akses bagus, Indeks Pembangunan Manusia di Cianjur juga akan naik,” ujarnya.

Sinyal internet dan operator seluler yang tidak masuk ke desa juga membuat anak-anak sekolah tidak bisa melakukan sekolah jarak jauh dengan baik. Karena itu anak sekolah masih berangkat ke sekolah meski hanya untuk mengambil atau mengumpulkan tugas. Itupun harus melalui jalanan yang rusak.

Mengenai hal itu, Herman juga mengatakan program 1.000 Kampung Cianjur Caang juga dimaksudkan agar masyarakat di Desa bisa Caang informasi. Karena itu infrastruktur dasar untuk listrik dan telekomunikasi juga harus dibangun.

Selain Puncak Baru, Herman juga berkunjung ke Kampung Maranti, Desa Cimaragang. Herman sempat bercerita, bahwa pada tahun 1985 saat bertugas di Dinas PU pernah membuka jjalan pertama kali sebagai bagian dadi program Inpres Desa Tertinggal (IDT). “Kini saya lagi yang harus membangun dan memperbaiki nya sehingga bisa memudahkan akses ekonomi masyarakat,” ujarnya.(*/yaz)