Pergeseran Tanah Kembali Terjadi di Sukaresmi

CEK LOKASI: Anggota Tagana Kabupaten Cianjur tengah mengecek lokasi longsor di Desa Rawabelut, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur, Kamis (26/11/2020). Foto: Dokumentasi For Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Sempat adanya pergeseran tanah beberapa waktu lalu, tanah perkebunan milik warga di Kampung Cipari, Desa Rawabelut, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur kembali mengalami pergeseran tanah hingga alami longsor, Kamis (26/11/2020) siang.

Anggota Tagana Kabupaten Cianjur, Asep Apidin menuturkan, untuk saat ini lokasi pergeseran tanah tersebut masih jauh dari pemukiman warga. Sekitar kurang lebih antara 30 meter dari lokasi longsor.

“Kurang lebih 30 meter pak. Tapi di situ ada sekitar 16 rumah warga yang berada di dekat lokasi. Meskipun jaraknya agak jauh,” ujar Asep saat dihubungi radarcianjur.com, Kamis (26/11).

Meski tak ada kerugian atau korban jiwa, namun lahan perkebunan milik warga di lokasi pergeseran, terbawa longsoran. Saat ini, kata Asep, kondisinya masih cukup aman. Tetapi masyarakat meminta dari pihak terkait untuk mengecek lokasi tersebut supaya warga di dekat kejadian merasa nyaman dan aman.

“Minimal warga menginginkan kepastian kondisi di situ supaya sedikit lega,” imbuhnya.

Menurut Asep, yang menjadi kekhawatiran berarti warga, jika terjadi hujan deras dengan intensitas cukup tinggi dan lama. Masyarakat khawatir ada hal yang tak diinginkan.

“Kami dari Tagana dan relawan setempat telah mengecek langsung ke lokasi. Termasuk menyampaikan laporan ke pihak terkait. Hingga menyosialisasikan kepada warga agar tetap waspada,” katanya.

Ia menyebut, dalam pergeseran tanah yang terjadi dari hulu itu sekitar 100 meter hingga ke jalan bawah. Dengan kisaran intensitas gerak diperkirakan per satu jam hingga dua jam sekali.

“Memang ada pergerakan itu karena rayapan. Mungkin bisa mencapai 1 meter atau 2 meter panjang sekali. Kadang kala ketika hujan deras, bisa turun lagi. Cuman posisinya sedikit-sedikit,” terangnya.

“Jadi cukup khawatir. Mudah-mudahan segera ada tindak lanjut untuk dari pihak-pihak terkait lainnya,” sambung Asep. (dan)