Survei LSI Denny JA, Siapa yang Unggul di Pilkada Cianjur?

RILIS: Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA rilis hasil survei Pilkada Kabupaten Cianjur, Kamis (26/11). (Foto:Fadilah Munajat/Radar Cianjur)

RADARCIANJUR.com -Peta kekuatan pemilih pasangan calon bupati dan calon wakil bupati pada Pilkada Cianjur belum bisa ditebak. Seperti terlihat dari masih tingginya pemilih yang belum tentukan pilihan alias ngambang (swing voter) sebesar 44,7 Persen.

Hal tersebut berdasarkan hasil survei satu bulan jelang pencoblosan dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA yang dirilis, Kamis (26/11). Pemilih yang belum menentukan pilihan atau ragu-ragu tersebut masih dianggap masih liar dan bisa diraih calon jika benar-benar mampu mendekatinya.

Meski perbandingan pemilih masih ragu dan yang sudah menetapkan pilihan terdapat perbandingan yang cukup tinggi, namun hasil survei pasangan calon H. Herman Suherman dan Tb Mulyana Syahrudin masih kuat berada pada angka 38,9 persen.

BACA JUGA : Debat Terbuka Pilkada Cianjur : Semua Paslon Yakin Bawa Perubahan

Lalu diikuti oleh strong supporter tiga pasang kandidat lain seperti Lepi Ali Firmansyah dan Gilar Budi Raharja (10,7 persen), H Oting Zaenal Mutaqin dan Wawan Setiawan (3,9 persen) dan pasangan Muhammad Toha dan Ade Sobari (1,8 persen).

Maka ketiga pasangan ini dinilai masih belum punya cukup modal menaikan elektabilitas yang aman untuk menang. “Namun begitu, bukan berarti peluang tertutup sama sekali, karena masih ada pemilih yang berkategori cair atau soft supporter sekitar 44,7 persen ini.

Inilah lahan yang tak bertuan yang masih bisa diperebutkan siapa saja, meskipun tidak mudah,” kata
Peneliti Senior LSI Denny JA Toto Izul Fatah.

LSI juga merilis elektabilitas pasangan H. Herman Suherman dan Tb Mulyana Syahrudin ada di posisi teratas dengan 57,3 persen. “Posisi elektabilitas antar pasangan cukup jauh, teratas Herman dan Mulyana di bawahnya ada Lepi-Gilar, diikuti oleh Oting dan Wawan, lalu Toha dan Ade,” terang Toto saat menyampaikan pres rilis di Cianjur, Kamis (26/11).

Toto mengatakan, dari dari data hasil penelitian pasangan lain tak cukup mudah menyalip H Herman Suherman dan Tb Mulyana Syahrudin. “Maka pada Pilkada Kabupaten Cianjur pada 9 Desember 2020 mendatang, sangat memberi peluang terpilihnya pasangan Herman dan Tb. Mulyana menjadi bupati dan wakil bupati Cianjur,” ungkapnya.

BACA JUGA : Pilkada Serentak di Jabar, TNI-Polri Siagakan 12.000 Personel

Menurutnya, survei dilakukan pada 9-13 November 2020 dengan menggunakan metode standar multistage random sampling, wawancara tatap muka dengan jumlah responden 440 orang dengan jumlah margin of error 4,8 persen.

“Terbukanya untuk menang buat pasangan nomor urut 3 ini, antara lain, karena tiga kandidat lainnya masih harus berdarah-darah mengejar ketertinggalan yang cukup jauh. Pasangan Lefi Ali Firmansyah dan Gilar Budi Raharja (19,1 persen), Oting Zainal Mutaqin dan Wawan Setiawan (10,2 persen) dan M. Toha dan Ade Sobari (4,8 persen),” terangnya.

Hasil survei juga mengungkapkan, posisi elektabilitas tiga pasangan itu cukup berat untuk bisa menyalip Herman dan Mulyana karena selisihnya bukan saja sudah jauh di atas margin of error 4,8 persen, tapi juga sisa waktu pelaksanaan Pilkada 9 Desember yang kurang dari satu bulan lagi.

Menurut Toto, potensi kemenangan dari pasangan incumbent ini juga terpotret dari beberapa varibel penting dalam survei. Misalnya dukungan unggul yang relatif merata di semua segmen demografis seperti gender, usia, suku, agama, ormas, tingkat pendidikan, tingkat penghasilan, profesi, dan zona dapil.

“Bahkan pada segmen pemilih partai politik, pasangan Herman dan Mulyana ini cukup jauh meninggalkan yang lain. Dukungan cukup solid datang dari pemilih dua partai besar pengusung,” paparnya.

Dukungan partai itu, kata Toto, Herman Suherman (57,0 persen) dan Tb Mulyana (26,8 persen). Begitu juga dengan pemilih yang berkategori strong supporter atau pemilih militan.

“Angkanya cukup tinggi dengan 38,9 persen, dari pengalaman LSI melakukan ratusan kali survei, pemilih yang berkategori seperti ini biasanya tak pernah goyah sampai hari H pencoblosan,” tambahnya.

(*/dil)