Kisah Inspiratif Perjuangan 15 Santri yang Menolak Menyerah dari Covid-19

Beberapa santriawati yang sudah sembuh dari Covid-19 dan berfoto.

RADARCIANJUR.com – Pandemi yang diakibatkan wabah virus covid-19 masih terus terjadi hingga saat ini, setiap orang menanggapi berbeda dengan penyakit yang berasal dari negeri Tiongkok ini, meskipun banyak yang telah terpapar virus ini bahkan sampai meninggal dunia.

Bagi yang terpapar virus Covid-19 sangatlah tidak mudah dalam menerima kenyataan, selain berbagai asumsi masyarakat yang kadang negatif, apabila kita tidak kuat mental dalam menghadapinya akan semakin terpuruk, maka dibutuhkan mental yang kuat, dukungan dari lingkungan sekitar yang baik mesjipun harus tetap menjaga jarak dan mengisolasu diri, berbagai usaha untuk sembuh kembali sangatlah diperlukan seperti mengikuti arahan dokter dan menguatkan mental karena tak sedikit yang akan menjauhi.

Namun bagi ke 15 santriawati asal Cianjur yang sempat dikabarkan terpapar atau positif covid-19 setelah sebelumnya dilakukan tes usap (swap), dengan dukungan dari keluarga, teman dan lingkungan sekitar juga dengan tekad yang kuat untuk sembuh akhirnya dengan perjuangan dan usaha yang besar akhirnya dapat melewati itu semua dan dinyatakan negatif atau sembuh dari covid-19.

Satu diantara ke 15 santriawati berhasil ditemui oleh RadarCianjur.com dan setelah kami mengobrol akhirnya mau menceritakan perjuangannya bersama ke 14 temannya dalam melawan covid-19.

Santriawati yang mau berbagi kisah inspiratif dalam melawan covid-19 kita sebut saja Rianti, ya Rianti yang merupakan nama panggilannya berhasil berhasil sembuh dengan perjuangan yang dapat menginspiratif kita semua untuk berusaha sembuh dari virus covid-19.

Bagaimana Rianti dapat terpapar covid-19 beserta ke 14 temannya, ternyata sebelum dirinya dinyatakan positif covid-19, dirinya bersama 32 santri lainya mengikuti kegiatan keagamaan yang memang situasinya ada kerumunan.

Semenjak itu, Rianti merasakan panas dingin serta penciumannya terganggu, untuk meyakinkan dirinya bersama santri lain mengetahui gejala awal terpapar virus, pengasuh pesantren mengajak para santri melakukan pemeriksaan rapid tes dan tes usap (swab) di salah satu Puskesmas dekat dengan pesantren yaitu di Kecamatan Cilaku dan hasil dari tes tersebut sangat tidak diduga, dirinya bersama ke 14 temannya dinyatakan positif Covid-19.

Menjadi pasien covid-19 bagi Rianti awalnya menimbulkan rasa khawatir, cemas bahkan takut, namun dengan dorongan dan dukungan keluarga, kerabat dekat dan teman yang terus memberikan semangat dan support hingga muncul dalam dirinya untuk tetap bersamngat dan yakin bahwa dirinya bisa sembuh kembali.

Perasaan Rianti yang terus meyakinkan dirinya untuk dapat sembuh kembali, ia ceritakan dan tularkan kepada teman-teman lain yang juga dinyatakan positif, saling menyemangati dan memberikan dukungan satu sama lain, bersama 14 santri berusaha melawan pikiran-pikiran negatif dan berkat usaha bersama-sama dibarengi doa akhirnya kondisinya perlahan terus membaik.

“Dengan usaha bersama keluarga dan teman lainnya, juga dengan doa serta selalu husnudzon alhamdulillah kondisi kami berangsur membaik, kini kami tinggal menunggu hasil tes usap kedua, semoga hasilnya negatif, sehingga kami dapat belajar dan menimba ilmu kembali seperti sedia kala,” tuturnya.

Dalam usahanya pada masa isolasi pribadi Rianti bersama temannya harus dirawat di Ruangan khusus pesantren selama 14 hari bersama 14 teman lainnya namun dengan tetap mengikuti prosedural prokes dan dengan ruang terpisah.

“Saat ini situasi dan kondisinya mulai membaik dan pulih, kami akhirnya dinyatakan sembuh serta kami diperbolehkan pulang setelah 14 hari kami harus menjalani perjuangan untuk tidak menyerah terhadap penyakit ini,” terangnya.

Setelah dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang, Rianti tetap harus menjaga kondisi tubuhnya yang belum sepenuhnya fit, Rianti juga harus menyesuaikan diri dalam tahap pemulihan, selain itu juga harus tetap melakukan isolasi mandiri.

Rianti juga berpesan, siapapun yang masih dalam keadaan sehat untuk memperhatikan protokol kesehatan dan menerapkan 3M, jangan sesekali mengabaikan imbauan dan anjuran pemerintah juga dari Dinas Kesehatan untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan mandiri demi keselamatan sendiri dan orang lain di sekitar kita.

“cara terbaik untuk menanggulangi virus covid-19 yaitu dengan kesadaran kita untuk selalu memperhatikan prokes dan menerapkan kebiasaan baru dengan berdisiplin melaksanakan 3M, mulai dari diri kita sendiri dilingkungan manapun kita berada, jangan anggap remeh penyakit ini, bagi yang sedang sakit atau dunyatakan positif jangan berkecil hati, yakinkan diri kita untuk selalu berpikiran positif, yakinkan diri kita sendiri bahwa kita bisa sembuh dan jangan lupa untuk selalu berdoa, saya dan teman-teman saya juga bisa sembuh, kita semua juga bisa sembuh dan dapat melewati semua ini,” ujar Rianti yang terlihat senang dengan kondisinya sekarang ini dan dapat membagikan pengalamannya.(rky)