Pemkab Cianjur Ajukan Revisi Kenaikan UMK Sebesar 6,5 Persen

Sekda Kabupaten Cianjur Cecep Alamsyah

RADARCIANJUR.com – Pemkab Cianjur mengusulkan revisi kenaikan UMK sebesar 6,51 persen, adanya pengajuan tersebut setelah dilaksanakanya unjuk rasa oleh ribuan buruh Cianjur.

Sekda Kabupaten Cianjur Cecep Alamsyah mengatakan, revisi kenaikan UMK sebesar 6,51 persen merupakan hasil konsultasi dengan pihak pemerintah provinsi Jawa Barat.

“Jadi memang itu hasil dari proses yang panjang, dari beberapa minggu lalu sudah berproses tentang UMK ini,” kata Sekda usai melaksanakan solat Jumat (27/11/2020).

BACA JUGA : Bos Paket Lebaran Masih Terbaring Sakit, Aset Terancam Disita

Cecep mengatakan, memang terjadi dilema di masa pandemi ini masing-masing pihak harus diberi porsi yang adil.

“Ibarat mempertemukan dua kutub, meski sulit tapi harus dipertemukan, harus ada jalan keluar, sempat ada diskusi dan berlangsung alot,” katanya.

Ia mengatakan, kemarin malam disepakati kenaikan revisi UMK sebesar 6,51 persen, kalau konversi upah tahun depan rencananya Rp 2,6 juta.

“Tapi kalau lihat tetangga dekat masih jauh di bawah mereka, kami bersyukur jika UMK revisi ini nanti diterima,” katanya.

Cecep mengatakan, surat revisi usulan disampaikan untuk bahan pertimbangan.

“Semalam kami undang APINDO tapi belum ada yang datang,” katanya.

Kepala Disnakertrans Heri Supardjo membenarkan Pemkab Cianjur secara resmi telah mengirimkan surat revisi SK Gubernur Jawa Barat tentang UMK Cianjur yang 0 persen, lalu diajukan kenaikan 6,51 persen.

BACA JUGA : Survei LSI Denny JA, Siapa yang Unggul di Pilkada Cianjur?

“Betul Pemkab Cianjur mengeluarkan surat revisi pada Gubernur Jabar, ditanda tangani Pj Bupati Cianjur, saat ini sedang diserahkan ke Pemprov Jabar,” kata Heri Supardjo

Ketua DPC Serikat Pekerja Nasional (SPN) Kabupaten Cianjur, Hendra Malik mengatakan pihaknya bersyukur akhirnya perjuangan kawan-kawan buruh sementara membuahkan hasil.

“Alhamdulillah setelah kami berjuang, bernegosiasi dengan pihak yang berkepentingan, akhirnya Pj Bupati Cianjur mengeluarkan surat revisi SK Gubernur Jabar dan merekomendasikan kenaikan sebesar 6,51 persen,” kata Hendra Malik.

Muncul angka kenaikan 6,51 persen, sempat menjadi perdebatan antara pihak serikat buruh dengan pihak pemerintah yang diwakili Pj Sekda Cianjur, Kesbangpol, dan Kadisnakertrans Heri Supardjo.

“Pemkab Cianjur hanya memberikan kenaikan UMK sebesar 3,2 persen, tapi kami tetap pada angka 8 persen. Akhirnya disepakati 6,51 persen, sama dengan Bekasi,” katanya.(dil)