Rindu Tatap Muka

ilustrasi

CIANJUR – Pandemi Covid-19 memberikan dampak ke semua sektor. Tak terkecuali pendidikan dimana sekolah tidak bisa berlangsung sebagaimana mestinya.

Proses belajar mengajar pun diganti dengan pembelajaran secara daring.

Meski lebih aman dari penyebaran dan penularan Covid-19, tapi pembelajaran daring dirasa kurang.

Salah satu kendalanya adalah kebutuhan sambungan internet yang harus stabil dan memadai.

Tak heran, proses belajar mengajar tatap muka pun dirindukan. Bukan saja oleh para siswa, tapi juga para pengajar.

Hal itu pula yang diamini Kepala SMKN Pertanian Pembangunan (SMK PP) Kabupaten Cianjur, Kankan Salman Santosa.

Karena itu, pihaknya sudah mempersiapkan segala sesuatu jika nantinya pembelajaran tatap muka mulai dibuka kembali.

“Jauh-jauh hari kami telah mengikutinya dengan seksama. Seperti mempersiapkan tempat cuci tangan, thermogun, handsanitaizer, juga panduan protokol kesehatan,” tuturnya.

Tak hanya itu, sekolah dengan total siswa 608 orang dan lima jurusan itu juga sudah membentuk Satgas Covid-19 tingkat sekolah.

Satgas itu sendiri bertugas mengimplementasikan adaptasi kebiasan baru (AKB) di sekolah.

“Di sini juga sudah ada Satgas Covid-10 tingkat sekolah dan aturan sekolah tentang AKB,” tambahnya.

Pihaknya pun mengaku siap menjalankan segala ketentuan dan persyaratan untuk melakukan pembelajaran tatap muka.

Ia berharap, pandemi Covid-19 ini bisa cepat berlalu sehingga aktivitas bisa kembali normal seperti sedia kala.

“Mudah-mudahan pandemi ini segera berlalu dan kembali normal meski harus beradaptasi dengan kebiasaan baru,” harapnya.

Reporter: Cepri Ramdan/RadarCianjur.com/FJPP