Marak Siswa Jadi Geng Motor Akibat Kurang Pengawasan Orang Tua

Ketua FKKS Cianjur Susila Direja

RADARCIANJUR.com – Selama pandemi covid-19, anak sekolah dianjurkan belajar melalui daring, hal itu membuat anak banyak waktu di rumah dan mudah terpengaruh hal negatif.

Ketua Forum Komunikasi Komite Sekolah Susila Direka menduga maraknya kembali pelajar yang masuk geng motor di Cianjur karena kurangnya pengawasan dari orangtua selama pandemi covid-19.

Kondisi anak yang lebih banyak waktu luang di rumah dan di luar sekolah menjadikan pengawasan kembali regang.

“Komite sekolah akan berupaya sesuai tupoksi akan membantu mendorong sekolah melakukan pembinaan yang lebih intens lagi kepada siswa,” ujar Susila di Gedung Pramuka, Senin (30/11/2020).

Susila mengatakan, selama pandemi pihak sekolah tak bisa membina secara langsung karena situasi.

“Kami juga akan memberi masukkan pendidikan karakter melalui daring agar dilakukan oleh kepala sekolah dan dewan guru,” karanya.

Pihaknya mengatakan, peran orang tua juga sangat penting dalam membina para siswa agar tak terjerumus kepada geng motor.

Pembahasan lebih dalam, kata Susila, akan dilakukan dalam diskusi sekaligus kesepahaman bersama para komite sekolah dalam sebuah wadah FKKS.

“Pendidikan di Cianjur harus lebih meningkat, lebih berkualitas, dan berprestasi karena Cianjur masih rendah IPM nya,” kata Susila.

Ia mengatakan, FKKS harus lebih berperan aktif memulai bersinergi dengan para kepala sekolah agar pendidikan lebih maju dan bisa berkembang lagi.

Teror geng motor kembali meresahkan warga Cianjur akhir pekan kemarin. Beredar foto dan video di media sosial yang memperlihatkan perseteruan geng motor dengan ormas di seputar jalan di kota Cianjur.(dil)