Universitas Prasetiya Mulya Konsisten Berupaya Dampingi UMKM Hingga Naik Kelas

RADARCIANJUR.com – Universitas Prasetiya Mulya menciptakan sebuah program yang komprehensif guna menguji kemampuan mahasiswa dan mahasiswi jurusan bisnis, manajemen, event, pemasaran dan akuntan, dan tepat 11 tahun lalu.

 

Untuk pertama kalinya Universitas yang terletak di kawasan BSD Tanggerang ini, memberikan pendampingan para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) program Jabar Naik Kelas, mulai dari kegiatan uji kompetensi pengusaha UKM oleh mahasiswa dan mahasiswi yang dibernama Community Development (Comdev).

 

Kegiatan Comdev ini bertujuan memberikan gambaran persoalan dunia bisnis yang lazimnya dialami oleh para pebisnis khususnya UKM yang berkolaborasi dengan Academic, Business, Community, Government, dan Media (ABCGM).

 

Diketahui Kolaborasi Penta Helix merupakan kegiatan kerjasama antar lini atau bidang, mulai dari Academic, Business, Community, Government, dan Media, atau lebih dikenal sebagai ABCGM, sistem tersebut diyakini mampu mempercepat pengembangan sektor usaha mikro dan wisata khususnya di Cianjur yang memiliki lebih dari 200 pengusaha UKM untuk di jadikan destinasi wisata kelas dunia.

 

“Proses yang cukup panjang hingga dua tahun pada kesempatan ini kita seleksi sejak 2018 Oktober lalu program UMKM Naik Kelas digulirkan oleh Pemprov Jabar UMKM naik Kelas, ” Ujar Sekretaris ABCGM Provinsi Jawa Barat, selaku Panitia Wisuda UMKM Naik Kelas, Abdul Rosyid, Seusai Acara Wisuda di Aula Pendopo Kabupaten Cianjur.

 

Abdul Rosyid Menuturkan, sebnayak 200 pelaku usaha UKM terdaftar dan diseleksi, 51 pelaku usaha yang lolos dan dilaunching Program UMKM Naik Kelas di Gedung PLUT beberapa waktu lalu.

 

“Untuk tahun pertama 2020 ini kami me wisuda 31 Pengusaha UKM yang sebagian besar para pelaku usaha hasil dari pendampingan dan pengembangan selama tiga tahun lalu oleh Universitas Prasetiya Mulya pada program Comdev tahun 2017 lalu,” tuturnya.

 

Wisuda Program UMKM Jabar Naik Kelas merupakan para pelaku usaha yang lolos seleksi dengan kriteria yang layak dari berbagai sektor penilaian dan pelatihan.

 

Hal ini disampaikan oleh dia saat membuka Wisuda dan Pameran UMKM Juara yang digelar, Sabtu 27 Desember 2020 di Aula Pendopo Kabupaten Cianjur.

 

” Para pelaku usaha dinilai dari enam indikator untuk proses seleksi peningkatan progres, aset dan profit sebesar 45 poin.

terutama pada produk mulai packaging, produk dan pemasaran melalui penggunaan aplikasi digital dan itu berhasil atas pendampingan mahasiswa KKN dari Universitas Prasetiya Mulya,” jelasnya.

 

Lanjut Rosyid mengungkapkan, apresiasi gelaran Wisuda UMKM Naik Kelas Jabar 2020, yang nantinya UMKM bisa menjadi kekuatan baru yang dibanggakan Kabupaten Cianjur kedepannya, juga turut sumbangsih pada roda perekonomian masyarakat berbasis digital dan IPM Kabupaten Cianjur.

 

“Kegiatan Wisuda ini bagian dari tahapan program UMKM Naik Kelas yang merupakan salah satu program unggulan melalui inovasi dan kolaborasi,” ungkapnya.

 

Menurut dia, dengan perkembangan dunia UMKM di Jawa Barat harus mampu mengarah pada era digitalisasi.

 

Untuk itu, kedepan pihaknya akan melakukan pendampingan pada pemanfaatan produk digital dalam kegiatan UMKM.

 

“Tahun ini kita membuat aplikasi dan diharapkan peran koperasi sebagai sebuah komunitas pelaku usaha bisa lebih beperan hingga diberbagai tempat sehingga pelaku usaha mudah mendapatkan akses,” jelas dia.

 

Sementara itu, Pjs Bupati Cianjur, Dudi Abdurachim, pada sambutannya menyampaikan, mengucapkan terimakasih dan kepada seluruh peserta wisuda UMKM Naik Kelas 2020, dengan penobatan Wisuda para pelaku UMKM dapat diproyeksikan mampu mendorong UMKM untuk tumbuh dan berkembang dalam skala kelas usaha.

 

“Manfaat yang diperoleh UMKM dengan program ini adalah penguatan diri dan manajemen usaha untuk dapat naik kelas dengan memanfaatkan teknologi informasi, akses pasar, akses permodalan melalui pendampingan dan pelatihan yang dilakukan Universitas Prasetiya Mulya pada program Comdev,” paparnya.

 

Lanjut Pjs Bupati menerangkan, UMKM Naik Kelas 2020 akan mengarahkan pelaku usaha yang sudah memiliki karakteristik entrepreneur ditandai dengan semangat, sikap, perilaku, dan kemampuan dalam menangani usaha.

 

” Kegiatan yang mengarah pada upaya mencari, menciptakan, menerapkan cara kerja, teknologi, dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan memperoleh keuntungan yang lebih besar,” terangnya.

 

Lanjut Pjs Bupati menerangkan, mengutip dari informasi panitia, ada 200 pelaku usaha yang mendaftar dan dievaluasi sehingga ada hasil seleksi 51 peserta UMKM Naik Kelas asal Cianjur yang telah direkrut sejak awal 2018.

 

“Mereka telah dibimbing dan didampingi menjadi UMKM yang lebih produktif Oleh KKN Universitas Prasetiya Mulya. Fasilitas yang diberikan pendampingan dan pelatihan oleh tenaga ahli dibidangnya selama dua tahun lalu, temu bisnis, gelar produk, benchmarking bagi umkm yang progresnya meningkat selama pendampingan. Berdasarkan hasil penilaian dan kurasi produk peserta UMKM Naik Kelas oleh tim yang di Wisuda saat ini,” pungkas Pjs.

(hry)