Komisi 1 DPRD Jabar Dorong Terus Pemekaran di Cianjur

Sekretarsi komisi I DPRD Provinsi, Sadar Muslihat

RADARCIANJUR.com – Pemekaran di Kabupaten Cianjur masih menjadi salah satu sorotan Komisi 1 DPRD Provinsi Jawa barat. Terlebih adanya keinginan warga khususnya pemisahan wilayah Cianjur Utara menjadi Kota Cipanas atau Daerah Otonomi Baru (DOB) dan Cianjur Selatan.

“Jadi perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jabar itu, pak Gubernur telah menyampaikan kembali bahwa kota/kabupaten yang selama ini ada 27, ingin menjadi 40 atau 42 kota/kabupaten. Agar terjadi keseimbangan fiskal,” ujar Sekretaris Komisi 1 DPRD Jawa barat, Sadar Muslihat usai kegiatan sosialisasi empat pilar di Pacet, Cianjur, Selasa (1/12/2020).

Menurut politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, bahwa keseimbangan fiskal yang tadi disebutkan adalah dana yang turun dari pusat itu bisa lebih maksimal diberdayagunakan berdasarkan jumlah Daerah Otonomi Baru (DOB).

“Kita sekarang ini masih kebagian sedikit dibanding Jawa Tengah dan Jawa timur. Padahal jumlah penduduknya tidak lebih banyak dari Jabar,” kata dia.

Dengan begitu, dirinya sebagai Sekretaris di Komisi 1 menuntut dan terus mendorong untuk segera ada hasil yang sesuai harapan warga Jawa barat, khususnya di Kabupaten Cianjur terkait pemekaran ini.

“Walaupun masih moratorium, tapi Gubernur Jabar sudah menyampaikan nota pengantar untuk pemekaran di tiga wilayah Jabar. Yakni calon daerah persiapan Bogor Barat, Garut Selatan, dan Sukabumi Utara,” terangnya.

Selain itu, Sadar menyebut, bahwa dirinya pun ditugaskan untuk mengawal proses pemekaran di provinsi Jawa Barat ini. Bahkan, menurutnya, hal itu sudah dilakukan dengan melakukan kunjungan ke wilayah tadi.

“Kami sudah berkunjung ke tiga wilayah tadi. Sudah tidak ada masalah. Tapi mungkin gelombang berikutnya siapa yang memenuhi syarat dan telah mengajukan, itu yang akan kita dorong juga ke pusat,” katanya.

Selain itu, Sadar mencontohkan, jika dibanding dengan Garut Utara, wilayah Cipanas ini terbilang lebih layak mekar. Hal itu dinilai dari potensi alamnya, dan segala potensi yang ada di sini.

“Jadi sebetulnya hambatannya itu ada di induk kabupatennya. Kalau induknya tidak memberikan persetujuan karena khawatir akan ditinggalkan wilayah tersebut, mungkin akan berpengaruh juga terhadap proses pemekaran ini,” kata Sadar.

Lebih lanjut, ia berharap masyarakat Cianjur, khususnya wilayah Utara atau Cipanas ini bisa kembali sejahtera seperti dulu. Ketika sempat mendapat predikat sebagai Kota Dollar.

Karena waktu itu terbukti dengan hidupnya fasilitas-fasilitas publik yang ada. Baik pasar, Hotel, restoran, dan semua unsur yang ada.

“Kita ingin bangkitkan lagi Cipanas ke kehidupan yang sudah baik seperti dulu. Mudah-mudahan tugas sebagai pelayan masyarakat ini bisa terus berjalan lancar,” tukasnya. (dan)