Pemilih Belum Terdaftar di DPT Tetap Bisa Nyoblos, Tapi….

KPUD memerikan bimbingan teknis pemilihan kepada warga. Foto Fadilah Munajat/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – KPUD Cianjur memberikan bimbingan teknis pemilihan pada Rabu 9 Desember mendatang, kepada warga di Kampung Kuta Kaler RT 04/04, Desa Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Selasa (1/12/2020)

Sejumlah warga yang ada melontarkan pertanyaan seputar hak memilih bagi yang baru mempunyai KTP elektronik dan warga yang pindah bercerai sementara dalam DPT masih terdata di kampung sebelumnya.

Seperti yang dilontarkan oleh Yayan (40) dan Oon (50). Keduanya bertanya perihal hak pilih anaknya yang tak tercantum dalam DPT tapi saat ini memiliki KTP elektronik.

BACA JUGA : Tiga Pelajar Pake Tatto Aniaya Karyawan, Langsung Digiring ke Polres

“Anak saya sudah 17 tahun dan memiliki KTP elektronik tapi tidak ada di daftar pemilih tetap,” kata Oon saat sosialisasi dilakukan KPU di Kampung Kuta Kaler, Selasa (1/12/2020).

Empat orang staf KPU yang hadir Tari Nurjanah, Tubagus Erwin, Ridwan Cahya, dan Nanda Nurawaliyah, langsung menjelaskan bahwa anaknya tersebut masih bisa mencoblos dengan membawa KTP elektronik tapi setelah semua pemilih yang terdaftar di DPT selesai mencoblos.

“Tetap bisa mencoblos dengan memperlihatkan KTP elektronik setelah semua warga selesai mencoblos. TPS nya yang terdekat dengan alamat rumahnya,” kata Tari.

Seorang warga lainnya, Yayan (40), mempertanyakan teknis hak anaknya yang sudah bercerai. Ia mengatakan anaknya sudah kembali ke Kampung Kuta tapi terdaftar di DPT asal sebelum pindah.

BACA JUGA : Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Positif Covid-19

KPU menjawab hal tersebut bisa dilakukan dengan memindahkan tempat memilih dan mengisk formulir A5. Formulir ini bisa diurus di tempat asal atau di tempat sekarang akan mencoblos.

Komisioner KPU Divisi Sosialisasi Rustiman, mengatakan bahwa inti dari sosialisasi adalah mengajak warga datang ke TPS pada 9 Desember mendatang.

“Hari ini kami sosialisasi kepada kaum marjinal, di kampung ini ada mantan pengamen dan pengemis yang masuk dalam kaum marjinal,” kata Rustiman.

Ia mengatakan, selain di Ciranjang KPU juga melakukan sosialisasi terhadap kaum marjinal lainnya di antaranya kepada para pekerja seks komersial di wilayah Pacet.(dil)