Hore! Januari Perguruan Tinggi Dibuka, Terapkan Kuliah Tatap Muka dan Daring

RADARCIANJUR.com – Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nizam, mengatakan perguruan tinggi diperbolehkan untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran tatap muka pada Januari 2021. Adapun, pembelajaran akan mengadopsi sistem campuran, yakni tatap muka dan daring.

Di mana di dalam kelas atau laboratorium nanti, kapasitas maksimal keterisian ruangan adalah 50 persen atau 25 mahasiswa saja. Jarak minimal antar mahasiswa sebesar 1,5 meter. Kemudian, bagi yang tidak belajar di kelas, akan mengikuti pembelajaran secara online atau dari rumah. Hal ini dilakukan dalam setiap pertemuan kelas. Untuk jaga jarak di dalam kelas, akan diatur minimal 1,5 meter antar bangku.

“Nanti sebagian mahasiswa agar mengikuti pembelajaran dari rumah secara daring, sebagian akan hadir di kampus. Hybrid learning, untuk dosen mengajar tetap berhadapan dengan layar, tapi mahasiswa ada di dalam kelas,” jelasnya dalam telekonferensi pers terkait SE Pembelajaran Selama Masa Pandemi Covid-19, Rabu (2/12).

Kata dia, metode pembelajaran ini berbeda dengan kegiatan pembelajaran yang saat ini tengah dijalankan. Sebab, akan adanya interaksi fisik antara sebagian mahasiswa dan dosen dalam kegiatan perkuliahan.

“Ini berbeda sekali. Saya merasakan (perbedaan) ketika melakukan pembelajaran secara hybrid dengan hanya daring. Beda sekali, karena di dalam kelas ada orangnya. Kalau full online yang kita hadapi full layar,” tambahnya.

Kemudian, terkait dengan aktivitas mahasiswa di kampus selain di dalam kelas, hanya boleh untuk yang berkaitan dengab penelitian serta pengabdian pada masyarakat. Namun, sebelumnya pihak kampus perlu untuk betul-betul mempersiapkan kebutuhan untuk menunjang penerapan protokol kesehatan di dalam kampus.

Kampus juga harus untul membuat Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 internal untuk mengawasi dan melakukan penyusunan serta penerapan standar operasional prosedur (SOP) protokol kesehatan. Begitu juga dengan mengeluarkan pedoman belajar mahasiswa hingga kegiatan kampus lainnya.

Kemudian kampus diminta membentuk Satuan Tugas Penanganan Covid-19 internal untuk menyusun dan menerapkan standar operasional prosedur (SOP) protokol kesehatan seta menerbitkan pedoman belajar, wisuda, maupun kegiatan kampus lainnya.

(jp/may)